ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BADUTA (USIA 0-23 BULAN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KATUMBANGAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2022 = ANALYSIS OF THE DETERMINANTS OF STUNTING IN CHILDREN UNDER-TWO (AGED 0-23 MONTHS) IN THE WORKING AREA OF THE KATUMBANGAN HEALTH CENTER, POLEWALI MANDAR DISTRICT IN 2022


Safitri, Nurul Iffa (2023) ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BADUTA (USIA 0-23 BULAN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KATUMBANGAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2022 = ANALYSIS OF THE DETERMINANTS OF STUNTING IN CHILDREN UNDER-TWO (AGED 0-23 MONTHS) IN THE WORKING AREA OF THE KATUMBANGAN HEALTH CENTER, POLEWALI MANDAR DISTRICT IN 2022. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
K012211068_tesis_11-10-2023 caver1.jpg

Download (301kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
K012211068_tesis_11-10-2023 bab 1-2.pdf

Download (974kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
K012211068_tesis_11-10-2023 dp.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
K012211068_tesis_11-10-2023.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 October 2025.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Hasil studi status gizi Indonesia tingkat kabupaten tahun 2021 menunjukkan Kabupaten Polewali Mandar memiliki prevalensi stunting tertinggi di Provinsi Sulawesi Barat sebesar 36% dengan persentase tertinggi balita pendek dilaporkan Puskesmas Katumbangan (42,6%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang paling dominan terhadap kejadian stunting pada anak usia 0-23 bulan.
Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Katumbangan dengan desain studi case control. Sampel kasus, yaitu seluruh anak stunting (118 anak) dan sampel kontrol (status gizi normal) menggunakan purposive sampling (118 anak). Penelitian ini menggunakan data sekunder dari e-PPGBM, kemudian dianalisis dengan uji odd ratio dan regresi logistik pada aplikasi Stata.
Hasil analisis univariat menunjukkan anak yang stunting lebih banyak pada laki-laki (62,7%) dan pada kelompok umur 12-17 bulan (39%). Hasil analisis bivariat diperoleh riwayat ibu hamil KEK (OR=3,142 dengan 95% CI, 1,122-10,072), riwayat BBLR (OR=5,963 dengan 95% CI, 1,251-56,216) dan pemberian ASI eksklusif (OR=2,099 dengan 95% CI, 0,984-4,613). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan faktor risiko yang paling dominan terhadap kejadian stunting pada anak usia 0-23 bulan, yaitu riwayat BBLR. Direkomendasikan kepada ibu untuk memperhatikan pemenuhan gizi pada masa kehamilan untuk mengurangi risiko kelahiran BBLR dan memerhatikan kecukupan gizi anak sesuai kebutuhannya selama masa pertumbuhan terutama pada bayi dengan BBLR.

Keywords : Stunting, BBLR, Anak, Faktor Risiko, Gizi

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Stunting, Low Birth Weight, Infant, Risk Factors
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 01 Feb 2024 07:41
Last Modified: 01 Feb 2024 07:41
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/29724

Actions (login required)

View Item
View Item