Hubungan Cervical Sagittal Parameter dan Derajat Degenerative Disc Disease Berdasarkan MRI dengan Kualitas Hidup Berdasarkan Neck Disability Index pada Pasien Nyeri Leher


Bato, Frieliany Febbry (2023) Hubungan Cervical Sagittal Parameter dan Derajat Degenerative Disc Disease Berdasarkan MRI dengan Kualitas Hidup Berdasarkan Neck Disability Index pada Pasien Nyeri Leher. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of C125172001_tesis_07-06-2023 1-2.pdf] Text
C125172001_tesis_07-06-2023 1-2.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of C125172001_tesis_07-06-2023 cover1.png]
Preview
Image
C125172001_tesis_07-06-2023 cover1.png

Download (149kB) | Preview
[thumbnail of C125172001_tesis_07-06-2023 dp.pdf] Text
C125172001_tesis_07-06-2023 dp.pdf

Download (542kB)
[thumbnail of C125172001_tesis_07-06-2023.pdf] Text
C125172001_tesis_07-06-2023.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 January 2026.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

FRIELIANY FEBBRY BATO. Hubungan Cervical Sagittal Parameter dan Derajat Degenerative Disc Disease Berdasarkan MRI Dengan Kualitas Hidup Berdasarkan Neck Disability Index Pada Pasien Nyeri Leher (dibimbing oleh Muhammad Ilyas dan Mirna Muis).

Nyeri leher merupakan penyebab disabilitas paling umum keempat serta merupakan keluhan muskuloskeletal tersering kedua. Nyeri leher didefinisikan sebagai nyeri yang dirasakan dimana saja didaerah posterior tulang belakang leher, dari garis nuchal superior ke proscessus spinosus thoracal satu. Nyeri leher dapat menghambat aktivitas dan berpengaruh pada kualitas hidup yang diukur dengan kuisioner Neck Disability Index. Nyeri leher disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya karena perubahan degenerative pada discus, yang dinilai dengan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara Cervical Sagittal Parameter (CSP) dan derajat Degenerative Disc Disease (DDD) berdasarkan pemeriksaan MRI dengan kualitas hidup berdasarkan Neck Disability Index (NDI) pada pasien nyeri leher. Penelitian dilaksanakan di Instalasi Radiologi RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar pada bulan September-November 2022. Sampel sebanyak 40 orang. Metode yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 sampel laki-laki (45%) dan 22 sampel perempuan (55%). Usia terbanyak adalah lansia rentang 46-65 tahun (70%). Grade DDD terbanyak yaitu grade IV sebanyak 21 sampel (52.5%) dan skor NDI tertinggi 68.0. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara DDD dan NDI score dengan nilai p 0,001 dan nilai r 0.763. Adapun untuk CSP dengan NDI maupun CSP dengan DDD tidak didapatkan adanya hubungan bermakna.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: R Medicine > RE Ophthalmology
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Radiologi
Depositing User: Kamaluddin
Date Deposited: 07 Nov 2023 05:08
Last Modified: 07 Nov 2023 05:08
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/28189

Actions (login required)

View Item
View Item