PENGARUH VARIASI SUDUT BILGE KEEL TERHADAP STABILITAS GERAK OLENG KAPAL IKAN BERDASARKAN PENGUJIAN MODEL (STUDI KASUS KAPAL KAYU PINISI)

Syam, Muhammad Anjas (2020) PENGARUH VARIASI SUDUT BILGE KEEL TERHADAP STABILITAS GERAK OLENG KAPAL IKAN BERDASARKAN PENGUJIAN MODEL (STUDI KASUS KAPAL KAYU PINISI). Skripsi-S1 thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
D31115302_skripsi_12-11-2020(FILEminimizer)_Hal_Judul1.jpg

Download (298kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
D31115302_skripsi_12-11-2020(FILEminimizer)_1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
D31115302_skripsi_12-11-2020(FILEminimizer)_Daftar Pustaka dan Lamp..pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
D31115302_skripsi_12-11-2020(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Kapal kayu tradisional adalah kapal yang pada umumnya dibangun secara tradisional berdasarkan pengalaman pembuatnya tanpa dasar proses desain sebagaimana halnya kapal-kapal modern. Kapal ini biasa digunakan sebagai kapal penangkap ikan, kapal penumpang dan kapal barang khususnya di Indonesia. di bidang perikananan, peranan kapal kayu tradisional masih penting karena modal pembuatan kapal modern yang relatif mahal. Untuk menunjang hasil perikanan di laut dibutuhkan kapal yang handal dalam aspek keselamatan para nelayan di atas kapal. Salah satu parameter penting yang berhubungan dengan masalah keselamatan kapal dalam pelayaran adalah stabilitas. Salah satu upaya untuk memperbaiki stabilitas kapal adalah penambahan bilge keel. Pemasangan bilge keel umumnya dipasang pada sudut 45°, namun hal ini menjadi sebuah pertanyaan, mengapa pemasangan hanya pada sudut 45°. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan bilge keel terhadap stabilitas gerak oleng kapal dengan variasi sudut kemiringan yang berbeda (15°, 30° dan 45°) serta mengetahui penempatan sudut terbaik ditinjau dari segi stabilitasnya menurut standar kriteria cuaca. Penilitian ini dilakukan dengan metode pengujian model dan dianalisis menggunakan formula yang diberikan oleh International Maritime Organization. Adapun hasil yang diperoleh bahwa penambahan dan perubahan posisi sudut bilge keel memberikan stabilitas gerak oleng yang berbeda-beda, posisi pemasangan sudut bilge keel 15° adalah posisi terbaik dalam meredam gerak oleng kapal. Respon gerak oleng dan sudut oleng yang dihasilkan akan semakin kecil dengan adanya penambahan dan mengecilnya posisi sudut kemiringan dari bilge keel pada kapal. Sudut oleng maksimum untuk setiap posisi sudut kemiringan bilge keel pada variasi gelombang terjadi pada frekuensi gelombang sama dengan frekuensi natural atau (ω/ω0) = 1, dimana sudut oleng terbesar berada pada kapal tanpa penggunaan bilge keel, dan sudut oleng terkecil berada pada posisi sudut bilge keel 15°. Nilai faktor k untuk variasi sudut kemiringan bilge keel akan semakin besar dengan bertambah besarnya sudut dari posisi bilge keel. Berdasarkan perhitungan dan perbandingan luasan a dan b pada standar kriteria cuaca International Maritime Organization (IMO) dimana luasan b/a ≥ 1 dapat dilihat bahwa kondisi bilge keel dengan sudut 15° merupakan penempatan sudut terbaik dan efektif dimana pada kondisi ini nilai yang dihasilkan dari perbandingan luasan b/a memiliki nilai tertinggi dari setiap kondisi yang telah memenuhi standar kriteria cuaca International Maritime Organization (IMO).
Kata kunci : Stabilitas, Respon Gerak Oleng, Bilge Keel, Sudut, Kriteria Cuaca

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Skripsi-S1)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 30 Nov 2020 19:41
Last Modified: 30 Nov 2020 19:41
URI: http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/191

Actions (login required)

View Item
View Item