KARAKTERISTIK ENDAPAN NIKEL LATERIT PADA BLOK X PT MULIA PASIFIC RESOURCE KECAMATAN PETASIA KABUPATEN MOROWALI UTARA PROVINSI SULAWESI TENGAH


Pombalawo, Reynaldi Setiawan (2021) KARAKTERISTIK ENDAPAN NIKEL LATERIT PADA BLOK X PT MULIA PASIFIC RESOURCE KECAMATAN PETASIA KABUPATEN MOROWALI UTARA PROVINSI SULAWESI TENGAH. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
D61115013_skripsi_Cover1.jpg

Download (257kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
D61115013_skripsi_Bab 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
D61115013_skripsi_Daftar Pustaka.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
D61115013_skripsi.pdf

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Secara administratif daerah penelitian terletak pada daerah eksplorasi PT. Mulia Pasific Resource Kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara Provinsi Sulawesi Tengah. Secara geografis terletak pada koordinat 6o50’0.00” LS - 7o00’0.00” LS dan 120o35’0.00’’ BT - 120o45’0.00’’ BT. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik endapan nikel laterit pada Blok X PT Mulia Pasific Resource melalui analisa sampel pemboran (core) dan analisa labolatorium berupa metode XRF (X-Ray Flouroscence) dan petrografi.
Berdasarkan penelitian diperoleh karakteristik endapan nikel laterit permukaan dan di bawah dipermukaan pada Blok X PT Mulia Pasific Resource terbagi menjadi lapisan penutup atau top soil yang memiliki fragmen oksida dengan kedalaman rata-rata 0-2 meter dan material corenya berupa clay. Lapisan limonit memiliki fragmen ultramafic yang tidak terkonsolidasi berbentuk subrounded-rounded berukuran 2-20 cm dengan kedalaman rata-rata 3-9 meter, material nya juga berupa clay dan mineral yang dijumpai berupa mineral hematit dan geotit. Lapisan saprolit umumnya tidak menunjukkan batas horizontal namun mengikuti pola pelapukan batuan, memiliki fragmen ultramafic berbentuk angular-subangular berukuran 2-30 cm dengan kedalaman rata-rata 10-20 meter, materialnya berupa sandy-rocky, didominasi oleh mineral olivin dan mineral serpentin sedangkan mineral piroksin dan chrysopras serta mineral-mineral silika dijumpai dalam jumlah sedang-tidak dominan. Pada daerah penelitian didapatkan kadar rata-rata pada zona Bedrock Ni (0,79%), Fe (12,54%), Co (0,01%), MgO (22,49%), SiO2 (32,40%), CaO (1,28%). Pada zona Saprolit kadar rata-rata Ni (1,71%), Fe (23,58%), Co (0,04%), MgO (9,80%), SiO2 (22,87%), CaO (0,41%) serta pada zona limonit memiliki kadar rata-rata Ni (1,17%), Fe (33,60%), Co (0,06%), MgO (3,87%), SiO2 (10,16%), CaO (0,24%). Hal tersebut menunjukkan distribusi unsur pada setiap lapisan yang mana MgO, SiO2 dan CaO sangat berkurang ke arah atas profil (zona limonit) sedangkan Fe terkayakan secara residual di zona limonit dan pengkayaan absolut unsur Ni dan Co terjadi di zona saprolit. Berdasarkan analisis petrografi, sampel bedrock menunjukkan bahwah mineral yang hadir didominasi oleh mineral olivine (90%), serpentin (5%), Piroksin (3%) dan mineral opaq (2%) sehingga dapat disimpulkan batuan asalnya adalah Dunit. Penyebaran Ni pada bagian timur laut – selatan daerah penelitian memiliki kadar nikel 0,30 – 1,7 %, sedangkan pada bagian selatan – barat laut daerah penelitan memiliki kadar nikel 0,30 – 2 % bahkan terdapat juga kadar nikel > 2 %, namun hanya bersifat setempat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Karakteristik, Nikel Laterit, Geokimia, Batuan Dasar, Serpentinisasi, Morowali
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Geologi
Depositing User: S.I.P Zohrah Djohan
Date Deposited: 24 Aug 2022 01:13
Last Modified: 07 May 2024 06:09
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/18322

Actions (login required)

View Item
View Item