HUBUNGAN KADAR AQUAPORIN 3 (AQP3) DAN SERAMID (CER) PLASMA ARTERI UMBILIKALIS NEONATUS TERHADAP SAWAR KULIT BAYI


Arifin, Evi Mustikawati (2022) HUBUNGAN KADAR AQUAPORIN 3 (AQP3) DAN SERAMID (CER) PLASMA ARTERI UMBILIKALIS NEONATUS TERHADAP SAWAR KULIT BAYI. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C013182003_disertasi_20-01-2022 cover.png

Download (215kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
C013182003_disertasi_20-01-2022 1-2.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C013182003_disertasi_20-01-2022 dp.pdf

Download (518kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C013182003_disertasi_20-01-2022.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Stratum korneum berperan penting dalam fungsi pelindung sawar kulit yang diperantarai oleh lipid antar sel. Seramid (CER) merupakan komponen penting lipid ekstra seluler yang berfungsi menjaga permeabilitas air pada sawar. Gangguan permeabilitas yang disebabkan oleh CER dimediasi oleh salah satu protein yang berperan dalam transportasi air yang dikenal dengan nama aquaporine (AQP) water channel. AQP3 merupakan jenis AQP yang banyak diekspresikan di kulit dan telah diteliti berperan penting terhadap dehidrasi kulit dan metabolisme gliserol serta berhubungan dengan proliferasi keratinosit. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan kadar AQP3 dan CER arteri umbilikalis neonatus normal terhadap sawar kulit bayi usia < 1 tahun.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kohort prospektif dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 44 sampel plasma arteri umbilikalis yang diukur kadar AQP3 dan CER menggunakan metode Enzyme-Linked Immunoassay (ELISA). Kondisi sawar kulit dievaluasi dengan menilai Trans-epidermal Water Loss (TEWL) pada kulit bayi usia 9-10 bulan menggunakan alat Tewameter.
Hasil, didapatkan rerata kadar AQP3 dan CER masing-masing adalah 3.7977±1.60 ng/mL dan 27.1980±2.35 ng/mL. Kadar AQP3 rendah secara signifikan menunjukkan kemungkinan nilai TEWL terganggu 4.5 kali dibandingkan AQP3 normal (P-value = 0.000, <0.05). Berbeda dengan kadar CER yang tidak signifikan berhubungan dengan nilai TEWL, dimana jika nilai CER meningkat maka nilai TEWL cenderung meningkat (P-value = 0.366, <0.05).
Kesimpulan : ditemukan hubungan yang bermakna antara kadar AQP3 dengan kondisi sawar kulit yang dapat dijadikan sebagai kandidat biomarker dan salah satu faktor risiko terjadinya gangguan sawar kulit. Namun berbeda dengan CER yang tidak dapat memprediksi kondisi sawar kulit bayi.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: Sawar kulit, Aquaporin (AQP), Aquaporin-3 (AQP3), Trans- epidermal water loss (TEWL), arteri umbilikalis neonatus
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran
Depositing User: S.I.P Zohrah Djohan
Date Deposited: 25 Mar 2022 08:04
Last Modified: 25 Mar 2022 08:04
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/14532

Actions (login required)

View Item
View Item