PEMBUATAN BIOBRIKET DARI SERASAH DAN AMPAS KOPI SERTA PENAMBAHAN LIMBAH BUBUK KAKAO SEBAGAI PENGAROMA


Hadiasyah, Achmad (2022) PEMBUATAN BIOBRIKET DARI SERASAH DAN AMPAS KOPI SERTA PENAMBAHAN LIMBAH BUBUK KAKAO SEBAGAI PENGAROMA. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
P032192006_tesis_19-10-2021 cover1.png

Download (122kB) | Preview
[thumbnail of bab -2] Text (bab -2)
P032192006_tesis_19-10-2021 1-2.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of daftar pustaka] Text (daftar pustaka)
P032192006_tesis_19-10-2021 dp.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
P032192006_tesis_19-10-2021.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Menentukan komposisi biobriket yang tepat antara serasah dengan ampas kopi serta menganalisis mutu biobriket ditinjau dari parameter kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat, nilai kalor dan nilai rendemen. (2) Menganalisis penerimaan panelis terhadap aroma briket setelah penambahan limbah bubuk kakao dan (3) Menganalisis tingkat efisiensi dari segi biaya produksi briket dibandingkan dengan jenis briket lainnya.Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan produk sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, memenuhi syarat SNI 01-6235-2000 dan dapat diterima oleh konsumen. Perancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah model Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktorial dengan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh di analisis secara ANOVA dilanjutkan dengan uji lanjut Benferoni. Hasil analisis terhadap biobriket yang dihasilkan menunjukkan kadar air yakni 6,59% -7,88%, kadar abu yakni 6,81% - 8,01%, kadar zat terbang yakni 40,20% - 41,88%, kadar karbon terikat yakni 43,57% - 44,91% dan nilai kalori yakni 5000,84 cal/g – 5031,78 cal/g. Nilai Rendemen untuk semua perlakuan sama yaitu 84%. Penerimaan panelis terhadap aroma untuk perlakuan 90% serasah dan 10% ampas kopi ialah 6 suka, 8 cukup suka, 1 tidak suka ; untuk perlakuan 70% serasah dan 30% ampas kopi ialah 7 suka, 7 cukup suka, 1 tidak suka; untuk perlakuan 50% serasah dan 50% ampas kopi ialah 7 suka; 8 cukup suka. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan 90% serasah dan 10% ampas kopi. Bila dibandingkan dengan biaya produksi briket sejenis, biaya produksi biobriket lebih tinggi dikarenakan jenis bahan baku yang digunakan lebih banyak; namun jika dibandingkan dengan harga jual arang kayu di pasaran, harga biobriket masih lebih murah.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Pengelolaan Lingkungan Hidup
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 14 Feb 2022 03:55
Last Modified: 14 Feb 2022 03:55
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/13250

Actions (login required)

View Item
View Item