PERAN KELEMBAGAAN PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI KAKAO DI KABUPATEN PINRANG


Rahmatullah, Rio Akbar (2022) PERAN KELEMBAGAAN PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI KAKAO DI KABUPATEN PINRANG. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G021171514_skripsi_25-11-20211.png cover.png

Download (173kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G021171514_skripsi_25-11-2021.pdf 1-2.pdf

Download (903kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G021171514_skripsi_25-11-2021.pdf dp.pdf

Download (628kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
G021171514_skripsi_25-11-2021.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

RIO AKBAR RAHMATULLAH. Peran Kelembagaan Pertanian untuk Meningkatkan
Produksi Kakao di Kabupaten Pinrang. Pembimbing: MUHAMMAD ARSYAD dan
MUJAHIDIN FAHMID Menurunnya produktivitas komoditas kakao dunia merupakan permasalahan yang terus terjadi di banyak negara penghasil kakao dalam lima tahun terakhir, tidak terkecuali Indonesia. Hal ini menunjukkan produksi kakao sedang dalam krisis. Oleh karena itu, menentukan aktor-aktor pemeran, tingkat kendala kelembagaan, serta bagaimana program-program strategis harus dirumuskan akan menjadi titik awal solusi dalam memulihkan tingkat produksi secara signifikan dan konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktor pemeran, faktor lemahnya kelembagaan, dan program strategis dalam meningkatkan produksi kakao di Kabupaten Pinrang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam merancang kebijakan dan program strategis guna meningkatkan produksi kakao yang mampu bersaing baik di pasar nasional maupun internasional. Penelitian ini menggunakan Interpretative Structural Modeling (ISM) untuk merumuskan kompleksitas, hierarki (tingkatan), dan klasifikasi antar elemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari 11 sub-elemen aktor terdapat 2 aktor yang merupakan aktor kunci, dari 10 faktor penyebab
lemahnya kelembagaan terdapat 1 faktor yang merupakan faktor kunci, dan dari 11 unsur program strategis yang dikaji, terdapat tiga program strategis yang menjadi program kunci (DP=1,00) untuk meningkatkan produksi kakao. Artinya, aktor-aktor, faktor penyebab lemahnya kelembagaan, dan program-program tersebut harus dikerjakan secara simultan karena mereka saling terkait dan sangat diharapkan dapat mengatasi krisis produksi kakao di dalam negeri. Peran kelembagaan dalam produksi kakao di antaranya; membentuk alur
koordinasi antar kelembagaan, pemberdayaan kelompok tani melalui penyuluhan, penyediaan sarana produksi, penyediaan pasar melalui kemitraan, dan penyediaan produksi berkelanjutan melalui pemanfaatan sarana produksi pertanian organik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: kebijakan pertanian; pembangunan pertanian; ISM; kakao
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agribisnis
Depositing User: S.I.P Zohrah Djohan
Date Deposited: 26 Jan 2022 06:55
Last Modified: 26 Jan 2022 06:55
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/12761

Actions (login required)

View Item
View Item