PERBANDINGAN AKURASI ANALISIS BITEMARK ANTARA METODE OVERLAY KONVENSIONAL DAN KOMPUTERISASI DALAM BIDANG ODONTOLOGI FORENSIK


FADILAH, HUSNY (2021) PERBANDINGAN AKURASI ANALISIS BITEMARK ANTARA METODE OVERLAY KONVENSIONAL DAN KOMPUTERISASI DALAM BIDANG ODONTOLOGI FORENSIK. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
J011181024_skripsi_19-10-2021 cover1.png

Download (180kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
J011181024_skripsi_19-10-2021 1-2.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
J011181024_skripsi_19-10-2021 dp.pdf

Download (447kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
J011181024_skripsi_19-10-2021.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang: odontologi forensik adalah salah satu bidang ilmu yang identik dengan identifikasi diri individu. Umumnya, identifikasi dilakukan menggunakan teknik visual, sidik jari, radiologi, DNA, dan dental. Identifikasi dental adalah teknik yang paling tepat digunakan dalam kondisi jaringan lunak yang sudah tidak utuh, burned, fragmented remnants, dan skeletonized body. Hal ini mengacu pada tingkat individualitas dan durabilitas yang tinggi pada kompleks craniofacial serta gigi-geligi. Selain itu, odontologi forensik juga dapat digunakan untuk mengevaluasi bitemark dan orofacial injury akibat tindak kriminal. Bitemark dianalisis dengan berbagai metode, salah satu metode yang paling sering digunakan adalah metode overlay. Analisis bitemark overlay dapat berupa metode konvensional dan komputerisasi. Tujuan: literature review ini bertujuan menganalisis metode dalam analisis bitemark serta membandingkan akurasi analisis bitemark antara metode overlay konvensional dan komputerisasi dalam bidang odontologi forensik. Tinjauan pustaka: odontologi forensik adalah pengaplikasian prinsip ilmu kedokteran gigi dalam peradilan. Identifikasi dental dalam odontologi forensik merupakan salah satu sarana identifikasi individu primer menurut Interpol. Bitemark merupakan perubahan fisik berpola yang timbul sebagai respon vital pada kulit manusia akibat kontak dengan gigi-geligi. Penentuan bitemark memerlukan karakteristik class dan individual yang diperoleh dari data suspected biter (dental cast) dan bitemark itu sendiri. Kemudian dilakukan hand tracing insisal edge pada dental cast dengan fine-tip pen dan lembar asetat transparan pada metode overlay konvensional. Sedangkan, pada metode overlay komputerisasi, penentuan insisal edge dilakukan pada foto dental cast dengan bantuan software komputer. Simpulan: ditinjau dari segi akurasi, efektivitas, reproduksibilitas, dan waktu pengerjaan, analisis bitemark metode overlay komputerisasi lebih unggul dibandingkan dengan metode overlay konvensional.
Kata kunci: forensik, bitemark, overlay.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 13 Dec 2021 06:41
Last Modified: 13 Dec 2021 06:41
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/11666

Actions (login required)

View Item
View Item