SITOTOKSITAS BAHAN AKTIF LAMUN DARI KEPULAUAN SPERMONDE KOTA MAKASSAR TERHADAP Artemia salina (Linnaeus , 1758)


M. ARIFUDDIN, M. ARIFUDDIN (2013) SITOTOKSITAS BAHAN AKTIF LAMUN DARI KEPULAUAN SPERMONDE KOTA MAKASSAR TERHADAP Artemia salina (Linnaeus , 1758). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
marifuddin-2939-1-13-m.ar-4 1-2.pdf

Download (802kB)
[thumbnail of cover]
Preview
Image (cover)
marifuddin-2939-1-13-m.ar-4 cover.jpg

Download (251kB) | Preview
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
marifuddin-2939-1-13-m.ar-4 dapus.pdf

Download (611kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
marifuddin-2939-1-13-m.ar-4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK
M. ARIFUDDIN. Sitotoksitas Bahan Aktif Lamun dari Kepulauan Spermonde,
Kota Makassar Terhadap Artemia salina (Linnaeus, 1758). Dibimbing oleh
SHINTA WERORILANGI dan ABDUL HARIS.
Lamun di Kepulauan Spermonde Kota Makassar diketahui memiliki
kandungan senyawa yang berpotensi sebagai antimikroba, namun belum ada
yang meneliti mengenai tingkat toksisitas dan sitotoksitas lamun. Uji toksisitas
dapat dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) karena
metode ini murah, aman, cepat, memakai peralatan sederhana, serta memiliki
korelasi terhadap uji spesifik antikanker dengan tingkat kepercayaan hingga
95%.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi antikanker bahan aktif
ekstrak lamun dari Kepulauan Spermonde Kota Makassar dengan menggunakan
metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) atau menggunakan Artemia salina.
Penelitian ini menggunakan 720 ekor larva Artemia salina yang dibagi
menjadi 3 kelompok kontrol positif (methanol p.a.), satu kelompok kontrol negatif
dan 3 kelompok seri konsentrasi ekstrak lamun, masing-masing terdiri dari 10
ekor larva Artemia salina dengan replikasi 3 kali untuk kelompok seri konsentrasi
ekstrak. Kelompok perlakuan kontrol positif dan kelompok ekstrak lamun terdiri
dari konsentrasi 10 ppm, 100 ppm, dan 1000 ppm. Data kematian Artemia salina
dianalisis dengan menggunakan analisis probit untuk mengetahui nilai LC50.
Hasil penelitian ini menunjukkan nilai LC50 yang berbeda-beda tiap jenis
ekstrak lamun pada lokasi yang berbeda. Nilai LC50 masing-masing ekstrak
lamun ialah sebagai berikut; jenis Enhalus acoroides zona 1, >1000 ppm,
Enhalus acoroides zona 2 sebesar 404,88 ppm, Halophila ovalis zona 1 dan 2,
>1000 ppm, dan Cymodocea rotundata zona 2 sebesar 136,398 ppm.
Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak lamun jenis Enhalus acoroides dan
Cymodocea rotundata pada zona 2 memiliki potensi sitotoksik terhadap Artemia
salina menurut metode BSLT karena nilai LC50 yang didapatkan <1000 ppm.
Kata Kunci : Sitotoksitas, Spermonde,Bahan Aktif Lamun, Artemia salina, BSLT,

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 15 Nov 2021 03:43
Last Modified: 15 Nov 2021 03:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/10948

Actions (login required)

View Item
View Item