APRIANTO, RISAL (2026) Efektivitas flat solar collector sebagai Alternatif Pengeringan Gracillaria Changii: Kajian Implementasi dalam Perspektif Kinerja Alat dan Kualitas Rumput Laut = Effectiveness of Flat Solar Collector as an Alternative for Drying Gracilaria Changii: Implementation Study in The Perspective of Equipment Performance and Seaweed Quality. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
L012242002-i7V8X2S3djMDPUQT-20260813121353.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Rumput laut Gracilaria changii merupakan komoditas unggulan Sulawesi Selatan, tetapi metode pengeringan tradisional (sun drying, SD) sering menurunkan kualitas akibat fluktuasi suhu, kontaminasi, dan ketergantungan cuaca. Teknologi flat solar collector (FSC) diharapkan menjadi alternatif yang lebih terkendali dan efisien. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas FSC dibandingkan SD dalam perspektif kinerja alat (efisiensi termal, penurunan kadar air, laju pengeringan, efisiensi pengeringan) dan kualitas rumput laut kering (mutu organoleptik dan kadar air akhir). Metode. Penelitian eksperimental dengan dua perlakuan (FSC dan SD) masing masing lima ulangan. Sampel Gracilaria changii (8 kg per perlakuan) dikeringkan selama 8 jam (08.00–16.00) dengan pengukuran suhu, kelembaban, intensitas radiasi, aliran udara, dan berat setiap jam. Mutu organoleptik (kenampakan dan tekstur) diuji di BPMPP Makassar berdasarkan SNI 2690:2015; kadar air ditentukan dengan metode gravimetri (SNI 2690:2015). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t independen (α=0,05). Hasil. Suhu ruang FSC (rata rata 43,23 °C) lebih tinggi dan stabil dibandingkan SD. Efisiensi termal solar collector rata rata 8,75% (maksimum 21,78%). Laju pengeringan FSC lebih lambat pada fase awal karena aliran udara sangat rendah (konveksi alami), tetapi efisiensi pengeringan FSC (18,43%) hampir dua kali lipat SD (9,27%). Mutu organoleptik FSC memenuhi SNI (kenampakan 7,4; tekstur 7,2), sedangkan SD tidak (skor 5,0 untuk kedua parameter); perbedaan sangat signifikan secara statistik (p<0,001). Kadar air akhir FSC (23,81%) lebih rendah secara numerik dibandingkan SD (29,35%) dengan size effect besar (Cohen’s d = 0,902) namun tidak signifikan secara statistik (p=0,192). Setelah 12 jam penyimpanan, produk FSC tidak higroskopis, berbeda dengan produk SD yang mengalami kenaikan kadar air. Kesimpulan. Metode FSC terbukti efektif sebagai alternatif pengeringan Gracilaria changii karena menghasilkan mutu organoleptik sesuai SNI, efisiensi pengeringan yang lebih tinggi, kadar air akhir yang lebih rendah dan stabil, serta efisiensi lahan yang lebih baik. Meskipun laju pengeringan awal lebih lambat, keunggulan kualitas dan stabilitas produk menjadikan FSC teknologi yang sangat direkomendasikan untuk industri kecil di wilayah pesisir dan kepulauan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | teknologi tepat guna; pascapanen rumput laut; mutu sensori; stabilitas penyimpanan; efisiensi lahan; higroskopisitas |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 06 Nov 2026 02:58 |
| Last Modified: | 06 Nov 2026 02:58 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/61333 |
