Pengaruh penambahan antioksidan ekstrak kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) Terhadap ketahanan stres dan sintasan postlarva udang vaname (Penaeus Vannamei)


NURLAYLAH, NURLAYLAH (2026) Pengaruh penambahan antioksidan ekstrak kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) Terhadap ketahanan stres dan sintasan postlarva udang vaname (Penaeus Vannamei). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of L031221085-fullll.pdf] Text
L031221085-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

NURLAYLAH. Pengaruh penambahan antioksidan ekstrak kulit pisang kapok (Musa paradisiaca) terhadap ketahanan stres dan sintasan postlarva udang vaname (penaeus vannamei) (dibimbing oleh Prof. Ir Muhammad Iqbal Djawad, M.Sc., Ph D) Latar belakang: Udang vaname (Litopenaeus vannamei), yang lebih dikenal dengan sebutan udang putih, merupakan spesies asli dari perairan Amerika Tengah dan Amerika Selatan, meliputi wilayah Meksiko, Brasil, Panama, Venezuela, dan Ekuador. Dalam beberapa tahun terakhir, komoditas ini menjadi salah satu penyumbang utama pada sektor budidaya perikanan di Indonesia. Namun ditemui sejumlah kendala dalam budidaya larva udang vaname, salah satunya adalah rendahnya hasil produksi sehingga kebutuhan benih belum sepenuhnya terpenuhi, selain itu tingkat kelangsungan hidup postlarva udang vaname tidak stabil akibat stres. Sementara kulit pisang kepok mengandung berbagai metabolit sekunder, termasuk senyawa flavonoid yang berperan sebagai antioksidan alami yang mampu menangkal radikal bebas dan menurunkan tingkat stres oksidatif pada organisme akuatik. Metode. Penelitian ini dilaksanakan di Heatchry, PT. Esaputlii Prakarsa Utama, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Pada bulan November 2025. Hewan uji yang akan digunakan pada penelitian ini Adalah Larva udang vaname dari stadia mysis 3, yang ditebar sebanyak 120 ekor/toples. Penelitian ini dilaksanakan dengan menerapkan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri atas 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan, pada setiap perlakuan diberi dosis 1 ml, 2 ml, dan 3 ml. Hasil. Hasil menunjukan dosis pemberian ekstrak kulit pisang kepok terlarut berpengaruh nyata (p0,05) pada Comulativ Stres Indeks dengan dosis 1 ml pada postlarva udang, namun tidak ada pengaruh yang berbeda nyata antara pemberian ekstrak kuit pisang kapok, terhadap kelangsungan hidup. Kesimpulan penambahan ekstrak kulit pisang kapok, lebih berperan untuk meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi terhadap kondisi stres, namun belum berpengaruh langsung untuk menekan tingkat kematian larva selama pemeliharaan. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kulit pisang kapok yang terbaik dihasilkan pada dosis 1 ml untuk ketahanan stres larva udang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Budidaya Perairan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 03 Nov 2026 07:11
Last Modified: 03 Nov 2026 07:11
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60970

Actions (login required)

View Item
View Item