PENGARUH PENAMBAHAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) TERHADAP CAPAIAN SGR (Specific Growth Rate) POST LARVA UDANG VANAME (Penaeus vannamei)


RHIYANTI, REZKY ANANDHA SAPUTRI (2026) PENGARUH PENAMBAHAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) TERHADAP CAPAIAN SGR (Specific Growth Rate) POST LARVA UDANG VANAME (Penaeus vannamei). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of L031221006-fulll.pdf] Text
L031221006-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

REZKY ANANDHA SAPUTRI RHIYANTI. Pengaruh penambahan antioksidan ekstrak kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) terhadap capaian SGR (spesific growth rate) dan pengukuran panjang post larva udang vaname (Penaeus vaname) (dibimbing oleh Muhammad Iqbal Djawad) Latar belakang. Udang vaname (Penaeus vannamei) merupakan komoditas akuakultur bernilai ekonomis tinggi, dengan keberhasilan budidaya yang sangat ditentukan pada fase larva. Stadia zoea hingga post larva merupakan fase kritis karena rentan terhadap keterbatasan pakan dan kondisi lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Pertumbuhan larva diukur menggunakan laju pertumbuhan spesifik (SGR) dan pengukuran panjang. Penambahan antioksidan alami, seperti ekstrak kulit pisang kepok (Musa paradisiaca), berpotensi mendukung pertumbuhan larva. Tujuan. Untuk menentukan dosis optimal penambahan antioksidan ekstrak kulit pisang kepok terhadap capaian SGR dan pengukuran panjang larva udang vaname. Metode. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4perlakuan dengan dosis ekstrak 0 ml, 1 ml, 2ml, dan 3ml dengan 3 kali ulangan. Hewan uji yang digunakan yaitu larva udang vaname pada stadia mysis 3 yang akan dipelihara selama 10 hari sebanyak 120 ekor/toples. Pakan yang diberikan berupa artemia dengan frekuensi pemberian sebanyak 5 kali sehari. Pengukuran yang dilakukan yaitu spesific growth rate (SGR), dan pengukuran panjang. Hasil. Pemberian ekstrak dengan dosis 2ml menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap SGR dengan hasil tertinggi 17,98 ± 2,18 %. Sebaliknya, untuk pengukuran panjang tidak menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan. Penggunaan dosis yang terlalu tinggi menurunkan pertumbuhan yang diduga berkaitan dengan efek toksik yang terkandung didalam ekstrak. Kesimpulan. Penambahan antioksidan ekstrak kulit pisang kepok untuk capaian SGR berpengaruh nyata dengan dosis optimal sebanyak 2ml, sedangkan untuk pertumbuhan panjang tidak berpengaruh selama pemeliharaan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Budidaya Perairan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 03 Nov 2026 06:18
Last Modified: 03 Nov 2026 06:18
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60936

Actions (login required)

View Item
View Item