Analisis Kenyamanan Termal Siswa pada Ruang Kelas Berdinding Bata dan Berdinding Kayu dengan Sabut Kelapa sebagai Insulasi (Studi Kasus: Pondok Pesantren Ihyaul Ulum DDI Baruga) = Thermal Comfort Analysis of Students in Brick-Walled and Wood-Walled Classrooms with Coconut Fiber as Insulation (Case Study: Islamic Boarding School Ihyaul Ulum DDI Baruga)


TAJUDDIN, M. IRHAM (2026) Analisis Kenyamanan Termal Siswa pada Ruang Kelas Berdinding Bata dan Berdinding Kayu dengan Sabut Kelapa sebagai Insulasi (Studi Kasus: Pondok Pesantren Ihyaul Ulum DDI Baruga) = Thermal Comfort Analysis of Students in Brick-Walled and Wood-Walled Classrooms with Coconut Fiber as Insulation (Case Study: Islamic Boarding School Ihyaul Ulum DDI Baruga). Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D042222008-fullllll.pdf] Text
D042222008-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Kenyamanan termal merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi produktivitas, kesehatan, dan kualitas pembelajaran dalam ruang kelas. Kondisi termal dipengaruhi oleh faktor iklim serta karakteristik selubung bangunan, khususnya material dinding yang berperan dalam mengendalikan aliran panas. Pondok Pesantren Ihyaul Ulum DDI Baruga memiliki bangunan kelas dengan dua jenis material dinding berbeda, yaitu batu bata pada lantai satu dan papan kayu pada lantai dua, yang diduga menghasilkan kondisi termal yang tidak seragam. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kenyamanan termal kedua tipe ruang kelas tersebut. Selain itu, penelitian ini mengembangkan solusi peningkatan kinerja termal dinding melalui penerapan insulasi berbahan sabut kelapa, mengingat ketersediaan material yang melimpah di Kabupaten Majene dan potensi termalnya sebagai insulasi alami. Metode. Penelitian terdiri atas dua tahap. Pertama, metode kuantitatif dilakukan di ruang kelas melalui pengukuran suhu udara, kelembaban, dan kecepatan angin, serta penyebaran kuesioner kepada pengguna ruang untuk memperoleh data sensasi dan preferensi termal berdasarkan standar ASHRAE. Kedua, metode eksperimen dilakukan menggunakan thermal chamber untuk menguji kinerja insulasi sabut kelapa dengan variasi orientasi pemasangan, sehingga dapat diketahui kemampuan reduksi panas material tersebut terhadap dinding. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang kelas berdinding kayu memiliki suhu udara lebih tinggi, berkisar antara 27,64°C di pagi hari hingga 33,19°C di siang hari, sedangkan ruang kelas berdinding bata memiliki suhu udara berkisar antara 27,52°C di pagi hari hingga 30,67°C di siang hari. Selain itu, hasil kusioner siswa juga menunjukkan bahwa ruang kelas berdinding bata lebih nyaman dan memiliki penerimaan termal yang lebih baik daripada ruang kelas berdinding kayu. Kemudian, hasil eksperimen pengujian thermal chamber menunjukkan, reduksi suhu tertinggi dicapai oleh insulasi sabut kelapa orientasi acak sebesar 5,13°C, diikuti glasswool 4,58°C, orientasi horizontal 4,33°C, orientasi vertikal 3,05°C, dan tanpa insulasi 1,85°C. Kesimpulan. Penelitian ini menegaskan bahwa ruang kelas berdinding kayu memiliki kinerja termal yang lebih rendah dibandingkan ruang kelas berdinding bata. Selain itu, insulasi berbahan sabut kelapa terbukti memiliki kemampuan reduksi panas yang signifikan, terutama pada orientasi acak, sehingga berpotensi menjadi alternatif solusi insulasi termal yang efektif, ekologis, dan sesuai dengan ketersediaan material lokal di Kabupaten Majene.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kenyamanan Termal, Ventilasi Alami, Ruang Kelas, Dinding bata, Dinding kayu, Kenyamanan Termal Adaptif, PMV, PPD, Thermal Chamber, Sabut Kelapa.
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Arsitektur
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 03 Nov 2026 02:20
Last Modified: 03 Nov 2026 02:20
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60914

Actions (login required)

View Item
View Item