AGUSTIN, SELFI (2026) Studi Ekologi Megabenthos di Kawasan Terumbu Karang Pulau Bonetambung = Ecology Study of Megabenthos in the Coral Reef Area of Bonetambung Islands. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L011221088-7L0Jel8Tht4KkDsI-20260818142855.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang: Ekosistem terumbu karang merupakan habitat penting bagi berbagai organisme bentik, termasuk megabenthos yang berperan sebagai bioindikator kondisi ekologi perairan. Keberadaan megabenthos dipengaruhi oleh kondisi habitat, kualitas perairan dan tutupan terumbu karang. Pulau Bonetambung sebagai bagian dari Kepulauan Spermonde memiliiki ekosistem terumbu karang yang mengalami tekanan akibat faktor alami maupun aktivitas antropogenik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas megabenthos berdasarkan indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi, mendeskripsikan keterkaitan kondisi tutupan terumbu karang dengan struktur komunitas megabenthos serta mendeskripsikan kondisi oseanografi di Pulau Bonetambung. Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2026 di empat stasiun menggunakan metode Benthos Belt Transect (BBT) untuk pengamatan megabenthos dan Underwater Photo Transect (UPT) untuk tutupan terumbu karang. Adapun parameter oseanografi yang diukur meliputi suhu, salinitas, pH, kecepatan arus, kedalaman dan kekeruhan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 21 spesies megabenthos yang terdiri atas kelompok Echinodermata, Moluska, Cnidaria, Porifera, Tunicata, Polychaeta dan Platyhelminthes yang didominasi oleh Tridacna sp. dan Diadema setosum masing-masing sebesar 15%, diikuti Acanthaster planci (9%), Polycarpa aurata (8%), serta Comanthus sp. dan Heteractis sp. masing-masing sebesar 7%. Nilai keanekaragaman (H’) menunjukkan kategori sedang, keseragaman (E) tergolong tinggi dan dominansi (D) tergolong rendah. Parameter oseanografi yang diperoleh selama penelitian masih berada pada kisaran yang mendukung kehidupan megabenthos. Kondisi tutupan terumbu karang menunjukkan tekanan lingkungan cukup tinggi namun masih mampu menyediakan habitat yang sesuai bagi organisme bentik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa struktur komunitas megabenthos di Pulau Bonetambung masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil dan didukung oleh kondisi oseanografi yang sesuai.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: megabenthos, terumbu karang, komunitas, tutupan karang, oseanografi, Pulau Bonetambung |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 03 Nov 2026 01:57 |
| Last Modified: | 03 Nov 2026 01:57 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60898 |
