MODEL RELOKASI PERMUKIMAN MASYARAKAT DENGAN PENDEKATAN PLACE ATTACHMENT MASYARAKAT BAJO DI DESA BAJO KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA = PLACE ATTACHMENT–BASED RELOCATION MODEL FOR THE BAJO COMMUNITY SETTLEMENT IN BAJO VILLAGE, KONAWE REGENCY SOUTHEAST SULAWESI


HADIPUTRA, MUHAMMAD NUH ARIFIANDI (2026) MODEL RELOKASI PERMUKIMAN MASYARAKAT DENGAN PENDEKATAN PLACE ATTACHMENT MASYARAKAT BAJO DI DESA BAJO KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA = PLACE ATTACHMENT–BASED RELOCATION MODEL FOR THE BAJO COMMUNITY SETTLEMENT IN BAJO VILLAGE, KONAWE REGENCY SOUTHEAST SULAWESI. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D023202002-fulllll.pdf] Text
D023202002-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB)

Abstract (Abstrak)

Permukiman masyarakat Bajo di Kabupaten Konawe merepresentasikan sistem arsitektur maritim tradisional yang berakar kuat pada identitas budaya laut. Namun, kebijakan relokasi ke daratan menghidari bencana telah memicu dislokasi spasial, perubahan orientasi ruang, serta penurunan keterikatan masyarakat terhadap tempat tinggalnya. Penelitian ini bertujuan merumuskan model relokasi permukiman adaptif berbasis keterikatan tempat (place attachment) dengan mempertimbangkan dimensi identitas budaya, ketergantungan spasial, dan makna emosional masyarakat terhadap laut sebagai ruang hidup utama. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain konvergen, melalui analisis space syntax untuk mengkaji konfigurasi ruang, survei kuantitatif terhadap 70 kepala keluarga guna mengukur dimensi place attachment, serta wawancara mendalam dengan tokoh adat untuk menggali makna simbolik dan strategi adaptasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi rumah menghadap laut, keterhubungan antar-titian, dan keberlanjutan aktivitas ekonomi pesisir memiliki korelasi yang kuat terhadap tingkat keterikatan tempat (r = 0,81). Sebaliknya, pola hunian linear berbasis darat terbukti menurunkan intensitas interaksi sosial dan melemahkan makna simbolik laut dalam kehidupan masyarakat Bajo. Model relokasi berbasis place attachment yang dihasilkan mencakup tipologi rumah panggung adaptif, penguatan kluster kekerabatan, penyediaan jalur air buatan, serta ruang budaya maritim yang mempertahankan akses visual dan ekologis terhadap laut. Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan sosial dan ekologis permukiman masyarakat Bajo pascarelokasi sangat bergantung pada desain relokasi yang partisipatif, kontekstual, dan berakar pada budaya maritim.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: Permukiman Bajo, Place Attachment, Budaya Maritim, Relokasi Adaptif
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Ilmu Arsitektur
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 03 Nov 2026 01:45
Last Modified: 03 Nov 2026 01:45
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60892

Actions (login required)

View Item
View Item