ABR, MAHSYAR TAUFIQ (2026) Kajian Tentang Manajemen Budidaya Dengan Penambahan Dedak Fermentasi Pada Budidaya Udang Vannamei (Penaeus Vannamei) Sistem Tradisional =Study Of Feed Management And Addition Of Fermented Bran In Traditional System Of Vannamei (Penaeus Vannamei) Shrimp Cultivation. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
L012241021-vK4yWA7IT2JVf6RN-20260819112952.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
MAHSYAR TAUFIQ ABR. L012241021. Kajian Tentang Manajemen Budidaya Dengan Penambahan Dedak Fermentasi Pada Budidaya Udang Vannamei (Penaeus Vannamei) Sistem Tradisional (Dody Dharmawan Trijuno dan Zainuddin). Latar Belakang Permintaan global terhadap udang terus meningkat, namun budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) sistem tradisional kerap menghadapi biaya produksi tinggi, ketergantungan pada pakan/pupuk komersial, dan penurunan kualitas lingkungan akibat sisa pakan serta akumulasi limbah organik. Di Kabupaten Wajo, manajemen pakan yang tidak terukur dan keterbatasan pupuk komersial dilaporkan mengganggu siklus budidaya dan menekan produktivitas (sekitar 100–200 kg/ha/siklus). Tujuan penelitian ini mengkaji penerapan penambahan dedak fermentasi sebagai input berbasis bahan lokal pada budidaya tradisional, serta dampaknya terhadap aktivitas enzim pencernaan (protease, amilase, lipase), kadar glikogen, parameter kualitas air, pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan produktivitas. Metode Penelitian yaitu studi eksperimental-deskriptif dilakukan di Desa Pantai Timur, Kec. Takalalla, Kab. Wajo (Juni–Oktober 2025) menggunakan 18 tambak (masing-masing 1 ha; padat tebar 50.000 ekor/ha) yang dibagi menjadi tiga perlakuan: (1) pupuk+pestisida, (2) pupuk+pakan komersil+pestisida, dan (3) pakan+kapur dolomit+dedak fermentasi. Enzim diukur secara spektrofotometri (protease Bergmeyer–Grassi; amilase Bernfeld; lipase Quin), glikogen dengan DNS setelah ekstraksi–hidrolisis, serta kualitas air fisika-kimia-biologi dan bahan organik tanah diamati, diikuti evaluasi biomassa, survival rate, produktivitas, dan analisis biaya-manfaat. Hasil Perlakuan dedak fermentasi menunjukkan kestabilan penurunan kualitas air yang lebih baik (warna dan kecerahan lebih stabil; peningkatan amonia/nitrit/nitrat/fosfat cenderung lebih rendah meski masih melampaui standar), pH dan salinitas lebih stabil, serta aktivitas amilase dan kadar glikogen lebih tinggi; sementara protease dan lipase tidak berubah signifikan. Secara performa produksi, tambak dedak fermentasi menghasilkan biomassa tertinggi (265,5 kg) dengan keuntungan terbesar (Rp 6.434.120), dibanding kerugian pada perlakuan pupuk+pestisida dan keuntungan tipis pada perlakuan pakan komersil. Kesimpulan penelitian ini menegaskan dedak fermentasi berpotensi meningkatkan ketahanan fisiologis udang (energi cadangan/glikogen) dan menekan stres melalui stabilisasi kualitas air, sehingga menurunkan risiko mortalitas dan meningkatkan profitabilitas budidaya tradisional; penelitian lanjutan diperlukan untuk optimasi dosis dan standarisasi aplikasi di lapangan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | vannamei; dedak; fermentasi; air; enzim; glikogen; produktivitas. |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 03 Nov 2026 00:10 |
| Last Modified: | 03 Nov 2026 00:10 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60856 |
