ANALISIS KANDUNGAN LOGAM KADMIUM (Cd) PADA DAGING KERANG PISAU (Lutraria sp.) DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BINANGA BIRINGKASSI, KABUPATEN TAKALAR, SULAWESI SELATAN = Analysis of Cadmium (Cd) Content in the Flesh of Razor Clams (Lutraria sp.) in the Waters of the Binanga Biringkassi River Estuary, Takalar Regency, South Sulawesi


NURHALIZA, ANDI DESINTAH (2026) ANALISIS KANDUNGAN LOGAM KADMIUM (Cd) PADA DAGING KERANG PISAU (Lutraria sp.) DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BINANGA BIRINGKASSI, KABUPATEN TAKALAR, SULAWESI SELATAN = Analysis of Cadmium (Cd) Content in the Flesh of Razor Clams (Lutraria sp.) in the Waters of the Binanga Biringkassi River Estuary, Takalar Regency, South Sulawesi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of L021221070-5tSnVKIMPyFQT2LA-20260819155518.pdf] Text
L021221070-5tSnVKIMPyFQT2LA-20260819155518.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Perairan Muara Sungai Binanga Biringkassi, Kabupaten Takalar merupakan kawasan yang dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat yang berpotensi menyebabkan pencemaran logam, termasuk kadmium (Cd). Kadmium (Cd) merupakan logam yang bersifat toksik, persisten, dan dapat terakumulasi pada organisme filter feeder seperti kerang pisau (Lutraria sp.), sehingga berpotensi membahayakan ekosistem maupun kesehatan manusia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan logam kadmium (Cd) pada daging kerang pisau (Lutraria sp.) Data parameter morfologi ditabulasi menggunakan Microsoft Excel. Korelasi antara Indeks Kondisi (IK) dengan Indeks Bioavaibilitas Logam dalam Kerang (IBLK) dianalisis menggunakan uji Spearman. Metode. Penelitian dilakukan pada September 2025 di tiga stasiun pengamatan menggunakan metode purposive sampling. Sebanyak 450 sampel kerang dianalisis menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) dan hasilnya dibandingkan dengan standar baku mutu cemaran logam menurut SNI 7387 Tahun 2009, sedangkan hubungan IK dan IBLK dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kandungan Cd pada Stasiun 1, Stasiun 2, dan Stasiun 3 berturut-turut sebesar 0,1136 mg/kg, 0,1328 mg/kg, dan 0,1213 mg/kg, dengan konsentrasi tertinggi pada Stasiun 2. Nilai IBLK tidak berbeda nyata antarstasiun (P>0,05). Analisis Spearman menunjukkan sebagian besar Indeks Kondisi memiliki hubungan signifikan dengan IBLK, terutama pada Stasiun 2 yang seluruh indeks menunjukkan hubungan signifikan (P<0,05). Kesimpulan. Kandungan logam kadmium pada daging kerang pisau (Lutraria sp.) masih berada di bawah ambang batas SNI 7387 Tahun 2009 sehingga aman untuk dikonsumsi, serta Indeks Kondisi berpotensi digunakan sebagai biomarker dalam pemantauan pencemaran logam kadmium.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Kadmium (Cd), Kerang pisau (Lutraria sp.), Indeks Bioavaibilitas, Muara Sungai Binanga Biringkassi
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Budidaya Perairan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 02 Nov 2026 03:06
Last Modified: 02 Nov 2026 03:06
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60807

Actions (login required)

View Item
View Item