MAHDANIA, NURUL (2026) Hubungan Panjang–Bobot dan Faktor Kondisi Cumi Sirip Besar (Sepioteuthis lessoniana Lesson, 1830) Hasil Tangkapan Nelayan di Pulau Badi, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L021221083-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Cumi sirip besar (Sepioteuthis lessoniana Lesson, 1830) merupakan salah satu sumber daya perikanan penting di perairan pesisir Pulau Badi, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Pemanfaatan yang berlangsung secara kontinyu berpotensi memengaruhi karakter biologis populasi, khususnya pola pertumbuhan dan kondisi tubuh. Informasi mengenai hubungan panjang–bobot dan faktor kondisi diperlukan sebagai dasar data biologis untuk mendukung pengelolaan perikanan cumi sirip besar secara berkelanjutan di perairan tersebut. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek biologi cumi sirip besar melalui analisis hubungan panjang–bobot dan faktor kondisi hasil tangkapan nelayan di perairan Pulau Badi. Metode. Penelitian dilaksanakan di perairan Pulau Badi, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, pada dua periode pengambilan sampel, yaitu bulan Juni dan November 2025. Sampel diperoleh dari hasil tangkapan nelayan setempat dan dianalisis tanpa pemisahan jenis kelamin. Parameter yang diukur meliputi panjang mantel dan bobot tubuh. Hubungan panjang–bobot dianalisis menggunakan persamaan regresi eksponensial, sedangkan faktor kondisi dihitung berdasarkan nilai koefisien pertumbuhan yang diperoleh. Hasil. Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan panjang–bobot cumi sirip besar pada kedua periode pengambilan sampel bersifat alometrik negatif, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien pertumbuhan b < 3 serta nilai t hitung > t tabel. Hubungan antara panjang mantel dan bobot tubuh tergolong kuat, dengan nilai korelasi yang lebih tinggi pada bulan November dibandingkan bulan Juni. Nilai faktor kondisi (K) pada kedua periode pengamatan berada di sekitar nilai satu. Kesimpulan. Populasi cumi sirip besar di perairan Pulau Badi memiliki pola pertumbuhan alometrik negatif dengan faktor kondisi yang relatif stabil. Kondisi ini mengindikasikan bahwa lingkungan perairan Pulau Badi masih mampu mendukung pertumbuhan dan keberlangsungan populasi cumi sirip besar secara umum
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 02 Nov 2026 02:36 |
| Last Modified: | 02 Nov 2026 02:36 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60773 |
