Karakteristik Degradasi Protein kasar dan serat kasar beberapa legum dan daun kelor dalam rumen kambing = Degradation Characteristics Of Crude Protein And Crude Fiber Of Several Legume Forages And Moringa Leaves In The Rumen Of Goat


YAHYA, MUHAMMAD (2025) Karakteristik Degradasi Protein kasar dan serat kasar beberapa legum dan daun kelor dalam rumen kambing = Degradation Characteristics Of Crude Protein And Crude Fiber Of Several Legume Forages And Moringa Leaves In The Rumen Of Goat. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of I012231020-fulll.pdf] Text
I012231020-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Karakteristik degradasi protein kasar dan serat kasar dari beberapa hijauan legum dan daun kelor dalam rumen ternak kambing. (Dibimbing oleh Ismartoyo dan Rohmiyatul Islamiyati). Kualitas bahan pakan dapat ditentukan oleh kandungan nutrisinya, tetapi juga oleh kemampuan mikroba rumen dalam mendegradasinya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik degradasi In Sacco protein kasar (PK) dan serat kasar (SK) dari empat jenis hijauan berbeda, yaitu Kelor (Moringa oleifera), Lamtoro (Leucaena leucocephala), Indigofera zollingeriana dan Gamal (Gliricidia sepium) dalam rumen kambing. Penelitian dilaksanakan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ekor kambing fistula rumen sebagai ulangan. Sebanyak 72 nylon bag diinkubasi selama 4, 8, 12, 24, 48, dan 72 jam (12 nylon bag untuk setiap waktu inkubasi). Parameter yang diamati meliputi fraksi a: fraksi terlarut, b: fraksi potensial degradasi, a+b: total potensi degradasi, c: laju degradasi fraksi, waktu tunda (Lag time), efektifitas degradasi (ED), protein tidak dapat didegradasi dalam rumen (RUP). Hasil menunjukkan bahwa fraksi c, lag time, ED dan RUP pada PK berbeda nyata antar perlakuan (P<0,05), sedangkan fraksi a, b, dan a+b tidak berbeda nyata (P>0,05). Fraksi c tertinggi terdapat pada kelor (0,017%/jam), dan terendah pada gamal (0,03%/jam). Lag time terlama terdapat pada gamal (11,96 Jam) dan terpendek pada kelor (3,60 jam). Kelor memiliki nilai ED tertinggi (64,99%) dan RUP terendah (35,01%), sementara gamal menunjukkan RUP tertinggi (50,17%). Untuk SK, kelor menunjukkan lag time terlama (26,72 jam) dibandingkan lamtoro (18,76 jam). Disimpulkan bahwa semua perlakuan mudah didegradasi oleh mikroba dalam rumen ternak namun membutuhkan waktu yang berbeda untuk mendegradasi pakan secara sempurna.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Protein Kasar, Serat Kasar, Degradasi In sacco, Rumen kambing, Legum
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Peternakan > Ilmu dan Teknologi Peternakan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 02 Nov 2026 04:34
Last Modified: 02 Nov 2026 04:34
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60699

Actions (login required)

View Item
View Item