Prevalensi dan Intensitas Parasit Octolasmis spp. Pada Kepiting Bakau (Scylla spp.) Di Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan


FIDIANI, ADELIA (2026) Prevalensi dan Intensitas Parasit Octolasmis spp. Pada Kepiting Bakau (Scylla spp.) Di Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of L031221028-mezXRJOlunk51yoQ-20260721235606.pdf] Text
L031221028-mezXRJOlunk51yoQ-20260721235606.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Kepiting bakau (Scylla spp.) merupakan organisme perairan yang hidup di wilayah pesisir, khususnya pada ekosistem hutan bakau (mangrove). Kepiting bakau (Scylla spp.) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi yang banyak diperdagangkan, namun rentan terhadap infestasi ektoparasit Octolasmis spp. yang dapat mengganggu fungsi respirasi melalui kerusakan insang. Octolasmis spp. merupakan salah satu jenis ektoparasit yang umum menginfeksi krustasea. Parasit ini kerap dijumpai melekat pada permukaan serta sela-sela insang kepiting bakau. Keberadaannya dapat mengganggu proses respirasi dan fungsi fisiologis, akibat berkurangnya luas permukaan insang yang efektif. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat prevalensi, intensitas, serta gambaran histologi insang pada kepiting bakau (Scylla spp.). Metode. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025-Maret 2026 di Laboratorium Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan dan Laboratorium Parasit Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar. Sebanyak 35 ekor kepiting bakau diperiksa untuk mengidentifikasi spesies Octolasmis spp., menentukan prevalensi, intensitas, dominasi, serta mengamati histologi insang. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan tiga spesies Octolasmis, yaitu Octolasmis angulata, Octolasmis cor, dan Octolasmis warwickii dengan insang mikrohabitat utama parasit. Berdasarkan spesies kepiting pada Scylla olivacea dominasi tertinggi (71,6%, 28,3%, dan 0,03%), pada Scylla serrata (71,7% dan 28,3%) dan Scylla tranquebarica (76,9%, dan 23%). Prevalensi tertinggi berdasarkan daerah asal (100%, 90%, 83,3%, 66,6%, dan 62,5%), sedangkan intensitas tertinggi berdasarkan daerah asal (207 ind/ekor, 36,8 ind/ekor, 34,3 ind/ekor, 33 ind/ekor, dan 18,8 ind/ekor). Pemeriksaan histologi menunjukkan deformasi lamela pada infestasi ringan, hiperplasia pada infestasi sedang, serta nekrosis pada infestasi berat. Kesimpulan. Octolasmis angulata, Octolasmis cor, dan Octolasmis warwickii merupakan spesies yang menginfestasi kepiting bakau (Scylla spp.), berdasarkan daerah asal prevalensi tertinggi dari Malili (100%), intensitas tertinggi dari Belopa (207ind/ekor). Octolasmis angulata mendominasi pada Scylla olivacea (71,6%), sedangkan Octolasmis cor mendominasi Scylla serrata (71,7%) dan Scylla tranquebarica (76,9%).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Budidaya Perairan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 30 Oct 2026 04:44
Last Modified: 30 Oct 2026 04:44
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60690

Actions (login required)

View Item
View Item