Perbedaan Tingkat Keparahan Gingivitis Sebelum dan Setelah Aplikasi Pasta Gigi Katekin Teh Hijau (Camellia sinensis) pada Anak dengan Diabetes Mellitus Tipe 1


DESSETA, EVELYNE ASTRID (2026) Perbedaan Tingkat Keparahan Gingivitis Sebelum dan Setelah Aplikasi Pasta Gigi Katekin Teh Hijau (Camellia sinensis) pada Anak dengan Diabetes Mellitus Tipe 1. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of J065231002-Ne9KxHOgcaWh8tdM-20260716180858.pdf] Text
J065231002-Ne9KxHOgcaWh8tdM-20260716180858.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Anak dengan diabetes mellitus tipe 1 memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap inflamasi gingiva, terutama pada kondisi kontrol glikemik yang kurang optimal. Katekin teh hijau (Camellia sinensis) memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan yang berpotensi mendukung pengendalian gingivitis. Tujuan: Menganalisis perubahan tingkat keparahan gingivitis dan status kebersihan rongga mulut sebelum dan setelah penggunaan pasta gigi katekin teh hijau selama satu bulan pada anak dengan diabetes mellitus tipe 1. Metode: Penelitian eksperimental klinis ini menggunakan desain pretest–posttest control group. Sebanyak 15 anak dengan diabetes melitus tipe 1 dibagi menjadi kelompok A (n=5) yang menggunakan pasta gigi katekin teh hijau sebanyak satu ukuran biji kacang polong, kelompok B (n=4) sebanyak dua ukuran biji kacang polong, dan kelompok Namun C (n=6) yang menggunakan pasta gigi teh hijau komersial. Intervensi dilakukan selama satu bulan dengan durasi menyikat gigi minimal dua menit. Evaluasi dilakukan menggunakan Gingival Index (GI), Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S), Debris Index Simplified (DI-S), dan Calculus Index Simplified (CI-S). Hasil: Seluruh kelompok menunjukkan penurunan GI yang signifikan setelah intervensi, yaitu kelompok A dari 1.32 menjadi 0.92 (p=0.001), kelompok B dari 1.33 menjadi 0.88 (p=0.010), dan kelompok C dari 1,48 menjadi 1.08 (p=0.033). Skor OHI-S dan DI-S juga menurun secara signifikan pada seluruh kelompok. Kelompok B menunjukkan penurunan OHI-S terbesar, dengan perbedaan bermakna antarkelompok (p=0.035)., perbedaan penurunan GI antarkelompok tidak signifikan (p=0.929). Tidak ditemukan korelasi bermakna antara kadar HbA1c dan GI setelah intervensi (r=−0.162; p=0.564). Kesimpulan: Penggunaan pasta gigi katekin teh hijau selama satu bulan dapat menurunkan inflamasi gingiva dan meningkatkan kebersihan rongga mulut pada anak dengan diabetes melitus tipe 1. Pasta gigi katekin teh hijau berpotensi digunakan sebagai terapi adjuvan, meskipun keunggulannya terhadap penurunan GI dibandingkan pasta gigi teh hijau komersial belum terbukti secara statistik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > Profesi Dokter Gigi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 30 Oct 2026 02:31
Last Modified: 30 Oct 2026 02:31
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60633

Actions (login required)

View Item
View Item