S, IMAM. S (2026) Pendugaan Keragaman Genetik dan Toleransi Jagung Hibrida pada Lahan Masam = Estimation of Genetic Diversity and Tolerance of Hybrid Corn on Acid Soil. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
G012232009-6pSzBjNOoitrMZ9y-20260812211338.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini mengkaji keragaman genetik, nilai heterosis, dan respons produktivitas hibrida jagung (Zea mays L.) pada kondisi tanah masam, serta menilai pengaruh aplikasi amelioran berupa campuran kapur dan kompos terhadap respon produksi tanaman. Tujuan penelitian adalah: (1) mengukur keragaman genetik dan heritabilitas karakter agronomis pada tanah masam dengan dan tanpa aplikasi amelioran; (2) memperkirakan nilai heterosis yang berkontribusi terhadap peningkatan produksi; dan (3) mengidentifikasi calon hibrida unggul yang adaptif pada lahan masam. Metode. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Hasanuddin, Moncongloe, Maros, Sulawesi Selatan, menggunakan rancangan split-plot dengan dua ulangan. Perlakuan utama terdiri atas dua tingkat amelioran (0 dan 30 g per tanaman, setara dengan 2.1 t/ha), sedangkan unit percobaan dalam anak petak mencakup 88 hibrida jagung, yaitu 84 kombinasi persilangan inbrida toleran serta 4 varietas pembanding. Parameter yang diukur mencakup sifat fisikokimia tanah (pH, Al-dd, Ca-dd, Mg-dd, dan karbon organik), karakter agronomis dan fisiologis tanaman, komponen hasil, serta indeks toleransi cekaman (STI). Analisis data dilakukan melalui analisis ragam gabungan, estimasi komponen varians, perhitungan heterosis, dan analisis multivariat menggunakan Multi-Trait Genotype-Ideotype Distance Index (MGIDI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi amelioran secara signifikan meningkatkan pH tanah dan menurunkan kadar Al-dd hingga tidak terdeteksi, sekaligus meningkatkan ketersediaan Ca-dd dan Mg-dd; namun pengaruh amelioran terhadap varians hasil biji relatif terbatas. Genotipe berpengaruh sangat nyata terhadap hampir seluruh karakter agronomis yang diamati, dengan banyak komponen hasil menunjukkan heritabilitas sedang hingga tinggi (misalnya diameter tongkol, h² = 0,54). Seluruh hibrida menunjukkan heterosis positif dengan rerata heterosis hasil biji sebesar 2,96 %, dan beberapa hibrida, seperti H62 dan H86, mempertahankan hasil tinggi pada tanah masam (H62: Yp 8,76 t ha⁻¹; Ys 7,45 t ha⁻¹; STI 1,44). Berdasarkan seleksi multikarakter menggunakan MGIDI yang didukung nilai STI, teridentifikasi sejumlah hibrida adaptif dan produktif, terutama H86 (NK 212) dan H54 yang menghasilkan 9,1–9,7 t ha⁻¹ pada kondisi ameliorasi dan 6,4–7,62 t ha⁻¹ tanpa amelioran.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tanah masam, jagung, keragaman genetik, heterosis, amelioran, MGIDI, heritabilitas. |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 30 Oct 2026 01:29 |
| Last Modified: | 30 Oct 2026 01:29 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60629 |
