MASITA, TIFANI DYAH (2026) KORELASI ANTARA RESPON FISIOLOGIS DAN KUALITAS SERAT TIGA JENIS RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum syn. Cenchrus purpureus) HASIL MUTASI GENETIK PADA UMUR PEMOTONGAN BERBEDA = CORRELATION BETWEEN PHYSIOLOGICAL RESPONSES AND FIBER QUALITY OF THREE GENETICALLY MUTATED ELEPHANT GRASS (Pennisetum purpureum syn. Cenchrus purpureus) VARIETIES UNDER DIFFERENT HARVEST REGIMES. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
I012232032-GbD3x8HsZq7nc0lC-20260819094911.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Rumput gajah memiliki produktivitas tinggi, tetapi kualitas nutrisinya relatif rendah. Tiga varietas hasil mutasi genetik (BioGrass, BioVitas, dan BioNutris) telah dikembangkan, namun belum dievaluasi respon fisiologis dan kualitas serat di Sulawesi Selatan dengan umur pemotongan berbeda. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon fisiologis, kandungan dan produksi serat, serta menganalisis hubungan keduanya pada ketiga varietas tersebut. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang menggunakan tiga varietas rumput gajah Taiwan (BioGrass, BioVitas, dan BioNutris) yang telah mengalami empat kali fase regrowth. Metode. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) dasar kelompok dengan dua faktor, varietas rumput gajah dan interval defoliasi, yang disusun dalam enam kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan (18 unit pengamatan). RBG (BioGrass), RBN (BioNutris), RBV (BioVitas), D1 (45 hari) dan D2 (60 hari). Parameter yang diamati meliputi respon fisiologis, kandungan dan produksi serat. Hasil. Jenis varietas dan umur pemotongan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap jumlah stomata, kerapatan stomata, luas daun, dan ILD pada musim kemarau, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap kandungan klorofil (p>0,05). Pada musim hujan, kedua faktor tersebut berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap jumlah stomata, kerapatan stomata, kandungan klorofil, luas daun, dan ILD. Selain itu, kedua faktor berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kandungan dan produksi NDF, hemiselulosa, dan ATL, tetapi berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap kandungan ADF, selulosa, dan lignin. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan antara beberapa parameter respons fisiologis dengan kandungan serat. Selain itu, kandungan ADF, NDF, dan selulosa berkorelasi positif yang menunjukkan keterkaitan antarfraksi serat penyusun dinding sel tanaman. Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa BioGrass menunjukkan respon fisiologis terbaik dibandingkan BioNutris dan BioVitas. BioNutris memiliki kualitas serat dan produksi serat terbaik. Analisis korelasi menunjukkan hubungan antara beberapa parameter respons fisiologis dengan kandungan serat serta korelasi positif antarfraksi serat penyusun dinding sel tanaman.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | BioGrass; BioNutris; BioVitas; fisiologis; kualitas serat |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Peternakan > Ilmu dan Teknologi Peternakan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 30 Oct 2026 01:05 |
| Last Modified: | 30 Oct 2026 01:05 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60609 |
