FIRDAYANA, FIRDAYANA (2026) Pengaruh Dosis Sulfur dan Konsetrasi Giberelin terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Putih (Allium sativum L.) = The effect of sulfur dose and gibberellin concentration on the growth and production of garlic (Allium sativum L.). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
G011221077-M9VqlX3fxbPY8OGk-20260812100412.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Produktivitas bawang putih nasional masih menghadapi kendala rendahnya kesuburan tanah, ketersediaan unsur hara, serta masalah kualitas dan dormansi benih lokal. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nutrisi melalui pemupukan sulfur untuk melengkapi unsur hara makro-mikro serta penggunaan zat pengatur tumbuh giberelin guna mendukung pemecahan dormansi dan memacu pertumbuhan tanaman. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dosis sulfur dan konsentrasi GA3 terhadap pertumbuhan dan produksi bawang putih. Metode. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada ketinggian 1564 m dpl, mulai dari Oktober 2025 hingga Februari 2026. Penelitian disusun menggunakan pola Faktorial 2 Faktor dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah dosis sulfur yang terdiri atas 4 taraf yaitu dosis 0 kg/ha, 50 kg/ha, 100 kg/ha, dan 150 kg/ha. Faktor kedua adalah konsentrasi GA3 yang terdiri atas 3 taraf yaitu konsentrasi 0 ppm, 50 ppm, dan 100 ppm. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan sulfur dan GA3 berpengaruh nyata hingga sangat nyata hanya pada parameter bobot kering umbi dan susut bobot umbi. Kombinasi perlakuan sulfur 150 kg/ha dan GA3 50 ppm menghasilkan rata-rata bobot kering umbi tertinggi sebesar 13,74 g, sedangkan kombinasi sulfur 100 kg/ha dengan GA3 50 ppm menghasilkan susut bobot umbi terendah (terbaik) sebesar 21,80%. Secara mandiri, perlakuan GA3 100 ppm memberikan hasil terbaik pada kecepatan bertunas (17,01%) dan tinggi tanaman (49,25 cm). Dosis sulfur 150 kg/ha memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (50,35 cm), panjang daun (42,57 cm), jumlah daun (6,31 helai), bobot basah umbi (18,82 g), dan produksi umbi tertinggi (6,17 ton/ha). Kesimpulan. Terdapat interaksi nyata antara dosis sulfur dan konsentrasi GA3 terhadap bobot kering dan susut bobot umbi. Aplikasi dosis sulfur 150 kg/ha secara konsisten efektif meningkatkan komponen pertumbuhan vegetatif serta produksi total per hektar tanaman bawang putih.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | giberelin, sulfur, bawang putih |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 30 Oct 2026 01:04 |
| Last Modified: | 30 Oct 2026 01:04 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60608 |
