PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DALAM PENGENCER TRIS KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA KAMBING SAANEN PASCA THAWING = EFFECT OF BUTTERFLY PEA FLOWER (CLITORIA TERNATEA) EXTRACT AS AN ANTIOXIDANT IN TRIS EGG YOLK EXTENDER ON POST-THAW SPERM QUALITY OF SAANEN GOATS


RAJAMUDDIN, RAJAMUDDIN (2026) PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DALAM PENGENCER TRIS KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA KAMBING SAANEN PASCA THAWING = EFFECT OF BUTTERFLY PEA FLOWER (CLITORIA TERNATEA) EXTRACT AS AN ANTIOXIDANT IN TRIS EGG YOLK EXTENDER ON POST-THAW SPERM QUALITY OF SAANEN GOATS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of I012222020-5EfGSa2uRY3ZoIcK-20260811141427.pdf] Text
I012222020-5EfGSa2uRY3ZoIcK-20260811141427.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) dalam pengencer Tris kuning telur terhadap kualitas spermatozoa kambing Saanen pasca thawing. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 (Tris kuning telur tanpa ekstrak), P1 (Tris kuning telur + ekstrak bunga telang 0,5%), P2 (Tris kuning telur + ekstrak bunga telang 1%), dan P3 (Tris kuning telur + ekstrak bunga telang 1,5%). Parameter yang diamati meliputi motilitas, viabilitas, Membran Plasma Utuh (MPU), dan Tudung Akrosom Utuh (TAU) spermatozoa pasca thawing. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bunga telang berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap seluruh parameter yang diamati. Motilitas spermatozoa tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 (1%) sebesar 68,92%, sedangkan viabilitas (48,46%), MPU (53,74%), dan TAU (54,59%) tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 (1,5%). Perbedaan pola respons antarparameter ini mencerminkan perbedaan mekanisme biologis antara fungsi fisiologis dan integritas struktural spermatozoa, di mana motilitas lebih sensitif terhadap gangguan keseimbangan redoks pada konsentrasi antioksidan yang lebih tinggi. Dengan demikian, konsentrasi 1% (P2) merupakan konsentrasi optimal yang direkomendasikan karena menghasilkan motilitas tertinggi sebagai penentu utama keberhasilan fertilisasi dalam program inseminasi buatan, meskipun konsentrasi 1,5% (P3) memberikan perlindungan struktural yang lebih tinggi terhadap integritas membran dan akrosom.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: bunga telang, kriopreservasi, spermatozoa, Tris kuning telur, kambing Saanen
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Peternakan > Ilmu dan Teknologi Peternakan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 30 Oct 2026 01:00
Last Modified: 30 Oct 2026 01:00
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60605

Actions (login required)

View Item
View Item