Pertumbumbuhan Bibit Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L.) Pada Pengaplikasian Mikoriza Dan Berbagai Persentase Naungan = Growth of Cocoa (Theobroma cacao L.) Seedlings with Mycorrhiza Application and Various Shading Percentages


HIJRIANI, ANDI DWI (2026) Pertumbumbuhan Bibit Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L.) Pada Pengaplikasian Mikoriza Dan Berbagai Persentase Naungan = Growth of Cocoa (Theobroma cacao L.) Seedlings with Mycorrhiza Application and Various Shading Percentages. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of G011201011-3GQ1VXjlobda6ATr-20260812113228.pdf] Text
G011201011-3GQ1VXjlobda6ATr-20260812113228.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

ANDI DWI HIJRIANI. PERTUMBUMBUHAN BIBIT TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA PENGAPLIKASIAN MIKORIZA DAN BERBAGAI PERSENTASE NAUNGAN (dibimbing oleh Ambo Ala dan Kaimuddin). Latar belakang. Tanaman kakao adalah salah satu tanaman perkebunan yang memiliki pengaruh yang cukup besar bagi perekonomian. Tanaman kakao memiliki jumlah produksi dan juga luas lahan yang tiap tahunnya menurun. Hal ini dapat disebabkan banyak, hal salah satunya adalah kurangnya perawatan, pemberian unsur hara, dan juga penggunaan naungan yang kurang tepat. Upaya yang dapat dilakukan untuk hal ini adalah penggunaan naungan untuk menjaga sinar matahari langsung pada bibit tanaman kakao dan pemberian pupuk hayati mikoriza yang menjadi penambah unsur hara bagi bibit tanaman kakao. Tujuan. Untuk mengetahui dan mempelajari apakah terdapat interaksi penggunaan naungan dan pupuk hayati mikoriza bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kakao. Metode. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama terdiri dari 3 taraf yaitu naungan 45%, naungan 65%, dan naungan 85%. Anak petak terdiri dari 4 taraf yaitu pupuk hayati mikoriza 0 g/tanaman, 3 g/tanaman, 6 g/tanaman, dan 9 g/tanaman. Hasil. Perlakuan persentase naungan dan pupuk hayati mikoriza berinteraksi pada klorofil total. Penggunaan naungan 85% memberikan pengaruh terbaik pada beberapa parameter (klorofil a, klorofil b, klorofil total, kerapatan stomata, luas bukaan stomata, dan berat basah akar). Penggunaan pupuk hayati mikoriza 3 g/tanaman dan 9 g/tanaman tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada beberapa parameter (banyak cabang, jumlah flush, dan berat basah akar). Kesimpulan. Penggunaan naungan 85% dan pupuk hayati mikoriza 9 g/tanaman dapat menjadi alternatif dalam pembibitan tanaman kakao. Hal ini dikarenakan dapat menunjukkan hasil yang signifikan pada bibit tanaman kakao.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Bibit tanaman kakao, naungan, pupuk hayati mikoriza
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 28 Oct 2026 02:57
Last Modified: 28 Oct 2026 02:57
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60562

Actions (login required)

View Item
View Item