JAMAL, ACHMAD RIVAI (2026) ALTERASI PADA BATUAN HYALOCLASTITE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP GERAKAN TANAH DAERAH BARUTTUNG, KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN, PROVINSI SULAWESI SELATAN. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
D062231007-x6DbTkUtn8EMymiI-20260818203419.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
Gerakan tanah merupakan bencana alam yang umum terjadi di Indonesia, bencana ini ini sering terjadi pada wilayah dengan kondisi morfologi dan geologi yang mendukung. Keberadaan batuan vulkanik yang mengalami alterasi dapat menjadi salah satu faktor yang berperan terhadap perkembangan gerakan tanah. Karena proses alterasi menyebabkan perubahan mineralogi dan karakteristik batuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik alterasi pada batuan Hyaloclastite serta mengkaji implikasinya terhadap gerakan tanah. Metode yang digunakan meliputi analisis petrografi dan XRD. Analisis petrografi dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik batuan dan perubahan mineral penyusunnya, sedangkan analisis XRD digunakan untuk mengidentifikasi mineral hasil alterasi. Hasil analisis petrografi menunjukkan batuan asal berupa Hyaloclastite yang dicirikan dengan dominasi gelas vulkanik yang telah terubah dan tekstur agregasi mineral. Batuan Hyaloclastite daerah penelitian digolongkan ke dalam Hyaloclastite tipe Resedimented Hyaloclastite karena dijumpai berlapis baik dan bercampur dengan batuan sedimen lain. Hasil analisis XRD menunjukkan kehadiran mineral lempung berupa Illite, Kaolinite dan Dickite. Kehadiran minereal-mineral tersebut menunjukkan perkembangan alterasi hidrotermal yang dicirikan oleh pembentukan mineral lempung. Asosiasi Kaolinite dan Dickite mengindikasikan fluida yang relatif asam, sedangkan kehadiran Illite menunjukkan perkembangan mineral lempung dalam sistem hidrotermal. Berdasarkan asosiasi mineral alterasi tersebut, alterasi pada daerah penelitian diinterpretasikan termasuk dalam alterasi argilik hingga argilik lanjut. Berdasarkan asosiasi mineral alterasi yang teridentifikasi, alterasi pada daerah penelitian diinterpretasikan berkembang pada kondisi hidrotermal asam dengan kisaran temperatur pembentukan yang diperkirakan rendah hingga menengah. Keberadaan mineral lempung pada batuan teralterasi dapat mempengaruhi respon material terhadap air, terutama melalui perubahan karakteristik dan tingkat pelapukan batuan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kerentanan material teralterasi terhadap proses pelapukan dan pergerakan tanah, khususnya pada kondisi morfologi yang mendukung dan ketika terjadi infiltrasi air. Dengan demikian, Alterasi pada batuan Hyaloclastite dan perkembangan mineral Illite, Kaolinite dan Dickite dapat menjadi salah satu faktor geologi yang berimplikasi terhadap perkembangan gerakan tanah di daerah penelitian.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Alterasi Hidrotermal, Hyaloclastite, Mineral Lempung, Gerakan Tanah. |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknik Geologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username takdim |
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 02:16 |
| Last Modified: | 28 Oct 2026 02:16 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60529 |
