AKTIVITAS ANTIBAKTERI SUSU FERMENTASI MENGGUNAKAN BAKTERI Bacillus subtilis DAN Lactobacillus bulgaricus DALAM MENURUKAN KADAR AMONIA FESES AYAM PETELUR


NURMAN, AMALIAH SEPTIANA (2025) AKTIVITAS ANTIBAKTERI SUSU FERMENTASI MENGGUNAKAN BAKTERI Bacillus subtilis DAN Lactobacillus bulgaricus DALAM MENURUKAN KADAR AMONIA FESES AYAM PETELUR. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of I012221009-full.pdf] Text
I012221009-full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

AMALIAH SEPTIANA NURMAN. I012221009. Susu Fermentasi oleh Bacillus subtilis dan Lactobacillus bulgaricus): Potensi untuk Mengurangi Kadar Amonia pada Feses Ayam Petelur (Dibimbing oleh Prof. Dr. drh. Ratmawati Malaka, M. Sc dan Dr. Ir. Wempie Pakiding M. Sc) Bacillus subtilis secara alami ditemukan di usus manusia dan makanan fermentasi. Sementara itu, Lactobacillus bulgaricus adalah bakteri bermanfaat di saluran pencernaan. Kedua bakteri ini adalah probiotik, atau bakteri menguntungkan, yang biasa digunakan dalam produk susu fermentasi, seperti yogurt. Bakteri-bakteri ini dapat menciptakan larutan probiotik untuk mengurangi kadar amonia dalam feses ayam. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri susu fermentasi menggunakan bakteri B. subtilis dan L. bulgaricus, serta kombinasinya. Penelitian ini juga berusaha untuk memahami peran probiotik dalam mencegah bakteri patogen dan aplikasi susu fermentasi probiotik dalam mengurangi kadar amonia feses pada ayam petelur. Penelitian ini menggunakan desain acak lengkap (CRD) dengan tiga perlakuan persentase yogurt (10%, 20%, dan 30%) untuk menyiapkan larutan probiotik, termasuk empat ulangan untuk setiap perlakuan. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembuatan probiotik susu fermentasi dan pengujian aktivitas senyawa antibakterinya. Terdapat tiga perlakuan yang digunakan, yaitu susu fermentasi dengan B. subtilis (P1), L. bulgaricus (P2), dan kombinasi keduanya (P3). Berdasarkan hasil uji antibakteri, sampel dengan kombinasi bakteri dan waktu inkubasi 20 jam (LBBS20) memiliki zona hambat terbesar terhadap bakteri E. coli (13,92 mm). Zona hambat terbesar terhadap B. subtilis dihasilkan oleh sampel LBBS20 (11,57 mm). Beberapa sampel, seperti LBBS20 (13,9 mm) dan LB18 (12,7 mm), menunjukkan aktivitas yang lebih kuat terhadap E. coli dibandingkan B. subtilis. Tahap kedua adalah aplikasi probiotik terbaik dari tahap pertama pada feses ayam petelur untuk menguji kemampuannya dalam menurunkan kadar amonia. Tiga konsentrasi larutan probiotik yang digunakan adalah 10% (B1), 20% (B2), dan 30% (B3). Pemberian larutan probiotik ini berpengaruh sangat nyata terhadap penurunan pH, kadar amonia, kadar air, dan viskositas feses ayam (P<0,01). Perlakuan dengan konsentrasi probiotik tertinggi (B3) menghasilkan nilai pH terendah (5,57), kadar amonia terendah (4,66 ppm), kadar air terendah (37,61%), dan viskositas terendah (2,74 CP). Sementara itu, perlakuan B1 menunjukkan nilai pH tertinggi (6,52), kadar amonia tertinggi (8,66 ppm), kadar air tertinggi (42,44%), dan viskositas tertinggi (2,80 CP). Penurunan kadar amonia, kadar air, dan viskositas feses ini dikaitkan dengan aktivitas probiotik yang menghasilkan asam organik, memperbaiki keseimbangan mikroflora usus, dan meningkatkan efisiensi pencernaan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian probiotik susu fermentasi dengan kombinasi bakteri L. bulgaricus dan B. subtilis efektif dalam meningkatkan kualitas feses ayam petelur dan berpotensi menjadi alternatif antibiotik alami yang ramah lingkungan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Susu fermentasi, Aktivitas antimikroba, Bacillus subtilis, Lactobacillus bulgaricus, Amonia.
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Peternakan > Ilmu dan Teknologi Peternakan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 27 Oct 2026 02:16
Last Modified: 27 Oct 2026 02:16
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60502

Actions (login required)

View Item
View Item