ARAHAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PUSAT PELAYANAN KOTA KAWASAN PERKOTAAN RANTEPAO BERDASARKAN PERSEPSI PENGUNJUNG


PONGTIKU, KEVIN JORDAN (2026) ARAHAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PUSAT PELAYANAN KOTA KAWASAN PERKOTAAN RANTEPAO BERDASARKAN PERSEPSI PENGUNJUNG. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D101191042-REfxlHXFQIpUrb4a-20260716211032.pdf] Text
D101191042-REfxlHXFQIpUrb4a-20260716211032.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Kabupaten Toraja Utara merupakan destinasi wisata unggulan di Sulawesi Selatan yang ditetapkan sebagai bagian dari Destinasi Pariwisata Nasional dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Toraja, dengan Pusat Pelayanan Kota (PPK) Kawasan Perkotaan Rantepao berperan sebagai simpul perdagangan, jasa, dan pariwisata. Meski memiliki potensi wisata besar, pengembangannya masih terkendala keterbatasan infrastruktur, fasilitas dasar, dan pengelolaan objek wisata yang belum optimal. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui dukungan tata ruang, menganalisis persepsi dan harapan pengunjung, serta merumuskan arahan pengembangan pariwisata di PPK Kawasan Perkotaan Rantepao. Metode. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan campuran (mixed method). Pendekatan kualitatif melalui telaah dokumen kebijakan digunakan untuk mendeskripsikan dukungan tata ruang, sedangkan pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur persepsi dan harapan 102 responden pengunjung tiga objek daya tarik wisata (DTW) menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Hasil kedua pendekatan diintegrasikan melalui analisis komparatif dan deskriptif kualitatif untuk merumuskan arahan pengembangan. Hasil. Dukungan pengembangan pariwisata telah sejalan dengan kebijakan berjenjang dari RIPPARNAS hingga RDTR Kawasan Perkotaan Rantepao yang menetapkan Zona Pariwisata dan Zona Cagar Budaya, namun fasilitas dan prasarana penunjang belum merata antar objek wisata. Analisis IPA menunjukkan seluruh 15 indikator memiliki tingkat kesesuaian di bawah 100 persen (88,40–99,25 persen), dengan tiga indikator prioritas utama yaitu ketersediaan transportasi umum (88,40 persen), peran pemerintah (86,65 persen), dan promosi media sosial (91,24 persen). Arahan pengembangan difokuskan pada perbaikan aksesibilitas transportasi wisata, penguatan peran pemerintah melalui Kelompok Sadar Wisata, dan akselerasi promosi digital. Kesimpulan. Pengembangan pariwisata di PPK Kawasan Perkotaan Rantepao memerlukan sinergi antara dukungan kebijakan tata ruang, pemenuhan harapan pengunjung pada aspek aksesibilitas dan kelembagaan, serta promosi digital yang terintegrasi agar daya saing kawasan sebagai destinasi wisata budaya dapat meningkat secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 27 Oct 2026 00:42
Last Modified: 27 Oct 2026 00:42
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60429

Actions (login required)

View Item
View Item