KARIWANGAN, KEVIN (2026) Variasi Frekuensi Kemunculan Tarsius (Tarsius fuscus) Sebagai Indikator Potensi Ekowisata Berbasis Minat Khusus di Desa Tondongkura. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M031221021-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
KEVIN KARIWANGAN. Variasi Frekuensi Kemunculan Tarsius (Tarsius fuscus) Sebagai Indikator Potensi Ekowisata Berbasis Minat Khusus di Desa Tondongkura (Dibimbing Oleh Asrianny). Latar Belakang. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi Tarsius fuscus (tarsius makassar) sebagai daya tarik ekowisata minat khusus di Desa Tondongkura, Sulawesi Selatan. Pengamatan satwa liar merupakan salah satu bentuk ekowisata yang dapat mendukung konservasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Keberadaan dan aktivitas tarsius menjadi aspek penting dalam menilai potensi pengembangan ekowisata berbasis satwa liar. Metode. Penelitian dilaksanakan pada Juni 2025 hingga Januari 2026 dengan metode observasi langsung dan pengumpulan data mengenai keberadaan, frekuensi kemunculan, serta aktivitas tarsius di Desa Tondongkura. Hasil. Berdasarkan survei awal dan wawancara dengan masyarakat, ditemukan 11 lokasi yang berpotensi menjadi habitat tarsius. Dari lokasi tersebut dipilih 3 titik pengamatan utama berdasarkan kerapatan vegetasi, ketersediaan pohon sarang, tingkat gangguan manusia, dan aksesibilitas lokasi. Frekuensi perjumpaan langsung tertinggi ditemukan pada Titik 1 dan Titik 2, masing-masing sebesar 50%, sedangkan Titik 3 sebesar 33,3%. Frekuensi perjumpaan tidak langsung melalui suara tertinggi terdapat pada Titik 3, yaitu 80%, yang menunjukkan tingginya aktivitas tarsius meskipun jarang terlihat secara langsung. Waktu kemunculan yang paling sering ditemukan adalah pukul 05.00–06.00 WITA saat tarsius kembali ke pohon sarangnya. Kesimpulan. Desa Tondongkura memiliki potensi yang baik untuk pengembangan ekowisata pengamatan tarsius. Lokasi dan waktu kemunculan yang telah diidentifikasi dapat menjadi dasar dalam penyusunan kegiatan wisata yang ramah satwa. Pengembangan ekowisata perlu dilakukan dengan pembatasan jumlah pengunjung, pelibatan pemandu lokal, dan penerapan aturan pengamatan yang mendukung konservasi. Dengan demikian, ekowisata dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian populasi Tarsius fuscus di habitat alaminya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tarsius fuscus, Ekowisata, Desa Tondongkura, Frekuensi Kemunculan, Konservasi |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 27 Oct 2026 00:08 |
| Last Modified: | 27 Oct 2026 00:08 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60411 |
