Ketahanan Kayu Gmelina (Gmelina Arbore Roxb.) dan Jati (Tectona Grandis Linn) Setelah Perlakuan Shou Sugi Ban terhadap Jamur Pelapuk Schizophyllum Commune Fr.


AHMAD, ADELIA APRILIANI (2026) Ketahanan Kayu Gmelina (Gmelina Arbore Roxb.) dan Jati (Tectona Grandis Linn) Setelah Perlakuan Shou Sugi Ban terhadap Jamur Pelapuk Schizophyllum Commune Fr. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M021221057-fulll.pdf] Text
M021221057-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Kayu merupakan material yang banyak digunakan dalam konstruksi dan furnitur, namun ketahanannya terhadap faktor biologis, terutama serangan jamur pelapuk, masih menjadi kendala pada beberapa jenis kayu. Salah satu metode modifikasi kayu yang ramah lingkungan untuk meningkatkan ketahanan kayu adalah teknik pembakaran tradisional Jepang (yakisugi/shou sugi ban). Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas perlakuan shou sugi ban berdasarkan variasi durasi pembakaran terhadap ketahanan kayu dari serangan jamur pelapuk Schizophyllum commune Fr. Metode. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: 1) persiapan sampel kayu; 2) perlakuan pembakaran permukaan menggunakan metode shou sugi ban dengan variasi waktu 60, 90, dan 120 detik; 3) inokulasi jamur S. commune selama 12 pekan; dan 4) pengujian ketahanan kayu berdasarkan persentase penurunan berat. Data dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil. Perlakuan shou sugi ban memberikan pengaruh nyata terhadap ketahanan kayu gmelina terhadap serangan S. commune. Persentase penurunan berat kayu gmelina menurun dari 9,78% pada kontrol menjadi 4,01% pada perlakuan pembakaran 120 detik, sehingga meningkatkan kelas ketahanan dari kelas III (agak tahan) menjadi kelas II (tahan). Sebaliknya, perlakuan shou sugi ban tidak memberikan pengaruh nyata terhadap ketahanan kayu jati, yang menunjukkan persentase penurunan berat relatif konstan pada seluruh perlakuan dan tetap berada pada kelas ketahanan III (agak tahan). Kesimpulan. Efektivitas perlakuan shou sugi ban dipengaruhi oleh jenis kayu dan durasi pembakaran. Perlakuan pembakaran selama 120 detik efektif meningkatkan ketahanan kayu gmelina terhadap serangan jamur pelapuk S. commune, sedangkan pada kayu jati perlakuan tersebut belum mampu meningkatkan tingkat ketahanannya. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menguji ketahanan kayu hasil perlakuan shou sugi ban terhadap organisme perusak kayu lainnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Rekayasa Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 26 Oct 2026 07:52
Last Modified: 26 Oct 2026 07:52
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60405

Actions (login required)

View Item
View Item