LADOMA, AINUN SYARQIYAH (2025) ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MOLEKULER ACTINOMYCETES TANAH RIZOSFER Etlingera elatior (Jack) R.M Smith SEBAGAI PENGHASIL SENYAWA ANTIBAKTERI DI WILAYAH BALUKANG, SULAWESI TENGAH. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
N012231004-ltITi2f6WCkyHR1b-20250922131941.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Ainun Syarqiyah Ladoma. Isolasi dan Identifikasi Molekuler Actinomycetes Tanah Rizosfer Etlingera elatior (Jack) R.M Smith Sebagai Penghasil Senyawa Antibakteri Di Wilayah Balukang, Sulawesi Tengah Latar belakang: Penyakit infeksi merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Salah satu pencegahan dengan memproduksi antibiotik. Banyak cara untuk memperoleh antibiotik seperti mengisolasi actinomycetes yang memiliki potensi sebagai penghasil senyawa antibakteri. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mencari antibakteri yang dihasilkan oleh actinomycetes yang berasal dari tanah rizosfer (Etlingera elatior) Di Wilayah Balukang Dampeles Sojol Sulawesi Tengah. Metode: Isolat actinomycetes dimurnikan dilakukan uji antagonis, isolat yang memberikan aktivitas penghambatan yang tinggi kemudian dilanjutkan ke tahap fermentasi meggunakan media SNB dan di ekstraksi untuk menghasilkan ekstrak actinomycetes. Setelah itu, dilakukan skrining aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan menggunakan metode difusi cakram. Dilakukan profil kromatografi lapis tipis dan ekstrak metabolit sekunder actinomycetes. Diidentifikasi molekuler actinomycetes. Hasil: Actinomycetes diisolasi dari tanah di sekitar tumbuhan Etlingera elatior menghasilkan 7 isolat murni yang selanjutnya di skrining untuk aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan uji antagonis. Hasil skrining menunjukkan bahwa terdapat 2 isolat actinomycetes dengan aktivitas antibakteri yang paling besar yaitu, kode isolat RK2 dan RK5. Isolat tersebut dilanjutkan ke tahap fermentasi untuk produksi metabolit sekunder menggunakan media SNB dalam kondisi di shaker dengan kecepatan 150 rpm selama 14 hari. Hasil ferementasi selanjutnya dilakukan sonikasi dan dipisahkan supernatan dengan biomassa. Supernatan diekstraksi menggunakan etil asetat (1:1 v/v). ekstrak etil asetat yang diperoleh diuji aktivitas antibakteri dengan menggunakan papper disk. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat yang diperoleh mampu menghambat bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Profil senyawa kimia pada ekstrak etil asetat tumbuhan (Etlingera elatior) dan ekstrak metabolit sekunder kedua isolate actinomycetes menghasilkan perbedaan nilai RF pada bercak noda di lempeng Kromatografi Lapis Tipis. Identifikasi molekuler dari actinomycetes berdasarkan sekuen gen 16S rRNA menunjukkan bahwa RK2 memiliki kekerabatan dengan Streptomyces gilvifus strain dengan nilai similarity 100% dan RK5 memiliki kekerabatan dengan Streptomyces sp dengan nilai similarity 99%.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Actinomycetes, Rizosfer; Etlingera elatior; Sekuen gen 16S rRNA. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Farmasi > Farmasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 26 Oct 2026 06:52 |
| Last Modified: | 26 Oct 2026 06:52 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60400 |
