Efek Kurkumin Terhadap Kadar Glutathione (GSH) Otak Mencit (Mus musculus L.) Yang Diberi Sulfasalazine


HIDAYAT, RIFQAH (2025) Efek Kurkumin Terhadap Kadar Glutathione (GSH) Otak Mencit (Mus musculus L.) Yang Diberi Sulfasalazine. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of N011211144-T4AvP5Rhb8km2Lgt-20250929123759.pdf] Text
N011211144-T4AvP5Rhb8km2Lgt-20250929123759.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Penggunaan herbal meningkat pesat, namun interaksinya dengan obat medis dapat memengaruhi efektivitas dan keamanan terapi. Kurkumin, senyawa aktif kunyit, memiliki aktivitas antioksidan, mampu menghambat BCRP, jika diberikan bersama dapat memengaruhi aktivitas sulfasalazine. Sulfasalazine, digunakan untuk terapi radang usus dan artritis, telah dilaporkan memiliki efek samping pada hati dan ginjal, namun pada otak belum diketahui. Glutathione (GSH) sebagai antioksidan utama berperan penting melindungi neuron dari kerusakan akibat ketidakseimbangan ROS. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bersama kurkumin dan sulfasalazine secara oral terhadap kadar GSH dan kadar sulfasalazine pada otak mencit (Mus musculus L.) Metode. Pada penelitian ini digunakan hewan coba mencit yang dibagi menjadi 4 kelompok, diantaranya, kelompok I (Na CMC 0. 5 %), kelompok II (kurkumin 300 mg/kg), kelompok III (sulfasalazine 500 mg/kg), kelompok IV (kurkumin 300 mg/kg + sulfasalazine 500 mg/kg). Hewan coba diberi perlakuan sesuai dengan kelompoknya selama 12 hari dan dilakukan pengambilan organ otak 3 jam setelah pemberian sulfasalazine pada hari terakhir. Pengukuran GSH dilakukan dengan alat spektrofotomer UV-VIS, dan pengukuran kadar sulfasalazine di otak menggunakan alat High performance liquid chromatography (HPLC). Hasil. Analisis kadar GSH otak mencit menggunakan Tukey post hoc test menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok III dan kelompok IV dibandingkan kelompok I dengan nilai rata-rata pada kelompok III yaitu 3,7 µmol/mg dan kelompok IV yaitu 3,3 µmol/mg (p < 0>0,05). Kelompok II tidak berbeda signifikan dengan kelompok I dengan nilai rata-rata pada kelompok II yaitu 2,8 µmol/mg dan kelompok I yaitu 2,2 µmol/mg. Analisis kadar sulfasalazine pada dua kelompok yaitu kelompok III dan kelompok IV tidak berbeda signifikan. Kesimpulan. Pemberian kombinasi kurkumin dan sulfasalazine selama 12 hari, menunjukkan kadar GSH otak yang tidak berbeda signifikan dengan pemberian sulfasalazine tunggal. Kadar sulfasalazine di otak dari kedua kelompok juga tidak berbeda signifikan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: interaksi obat-herbal; inhibitor BCRP; glutathione (GSH)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 28 Oct 2026 02:23
Last Modified: 28 Oct 2026 02:23
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60388

Actions (login required)

View Item
View Item