Analisis Kenyamanan Termal dan Visual Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Kota Mamuju, Sulawesi Barat


AMELIA, VEGA (2026) Analisis Kenyamanan Termal dan Visual Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Kota Mamuju, Sulawesi Barat. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011221153-fulll.pdf] Text
M011221153-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan melalui pengaturan iklim mikro serta penyediaan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Pertumbuhan kawasan terbangun di Kota Mamuju berpotensi meningkatkan suhu lingkungan dan menurunkan tingkat kenyamanan termal maupun visual sehingga diperlukan kajian mengenai kualitas RTH yang ada. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi iklim mikro pada RTH dan non-RTH, menentukan tingkat kenyamanan termal menggunakan Temperature Humidity Index (THI), menganalisis persepsi pengunjung terhadap kenyamanan visual, serta mengkaji hubungan struktur vegetasi terhadap kenyamanan lingkungan. Metode. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Maret 2026 di Taman Baca Karema, Lapangan Ahmad Kirang, dan Taman Marasa Corner. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran suhu udara, kelembaban, intensitas cahaya, kecepatan angin, dan kebisingan pada area RTH dan non-RTH, serta wawancara kepada pengunjung menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan metode THI untuk kenyamanan termal, skala Likert untuk kenyamanan visual, serta analisis statistik menggunakan ANOVA dan Independent Samples Test pada perangkat lunak SPSS untuk menguji perbedaan parameter iklim mikro antara RTH dan non-RTH. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu udara, intensitas cahaya, kecepatan angin, dan tingkat kebisingan di RTH cenderung lebih rendah dibandingkan non-RTH, sedangkan kelembaban udara lebih tinggi. Nilai THI di dalam RTH berkisar antara 27–29°C dengan kategori cukup nyaman hingga tidak nyaman, sedangkan di luar RTH berkisar antara 28–30°C dan termasuk kategori tidak nyaman. Persepsi pengunjung menunjukkan bahwa sebagian besar responden (50%) menilai RTH berada pada kategori cukup nyaman. Keberadaan vegetasi, kerapatan tajuk, dan fasilitas pendukung menjadi faktor utama yang memengaruhi tingkat kenyamanan termal dan visual. Kesimpulan. RTH di Kota Mamuju berperan dalam memperbaiki kondisi iklim mikro dan meningkatkan kenyamanan lingkungan dibandingkan area non-RTH, meskipun tingkat kenyamanan termal yang dihasilkan belum sepenuhnya optimal sehingga diperlukan peningkatan kualitas dan kuantitas vegetasi serta penataan fasilitas pendukung untuk mengoptimalkan fungsi ekologis dan kenyamanan RTH.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 23 Oct 2026 09:47
Last Modified: 23 Oct 2026 09:47
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60310

Actions (login required)

View Item
View Item