NOHU, MOHAMMAD AZHARY SYAIFULLAH (2026) PENGGUNAAN MIXED REALITY SEBAGAI TEMPLATE DALAM PROSEDUR BEDAH ORTOGNATIK. Sp thesis, Universitas Hasanuddin.
J045221005-PWarDc0CHOglSdYk-20260814113334.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Bedah ortognatik membutuhkan perencanaan dan pemahaman spasial dentofasial yang akurat. Dalam penelitian ini, Mixed Reality (MR) berbasis marker Augmented Reality University of Cordoba (ArUco) digunakan sebagai template digital-spasial awal dan panduan posisi pada model tiga dimensi (3D), bukan sebagai surgical splint, surgical guide, atau wafer intraoperatif. Tujuan. Mengevaluasi fungsi MR berbasis marker ArUco sebagai template awal dan panduan posisi pada model 3D serta menilai kesesuaian pengukuran landmark dental antara model virtual pada Unity dan cetakan 3D fisik. Metode. Penelitian eksperimental laboratorik dengan desain deskriptif komparatif ini menggunakan satu data CT Scan pasien ortognatik. Data Digital Imaging and Communications in Medicine (DICOM) dikonversi menjadi format Stereolithography (STL) menggunakan 3D Slicer, diolah pada Blender, dan dicetak menjadi dua replikasi cetakan 3D fisik. Tujuh parameter landmark dental diukur pada model virtual di Unity dan kedua cetakan menggunakan digital caliper. Pengukuran fisik dilakukan secara mandiri oleh tiga examiner. Kesesuaian pengukuran dianalisis berdasarkan selisih, absolute error (AE), Mean Absolute Error (MAE), dan batas klinis operasional ≤2 mm, sedangkan reliabilitas antaroperator dianalisis menggunakan Intraclass Correlation Coefficient (ICC). Fungsi sistem MR-ArUco diuji sebanyak 10 kali pada enam aspek dan dinilai oleh tiga observer menggunakan lembar observasi terstruktur. Kesepakatan antarobserver dianalisis menggunakan Fleiss’ Kappa. Hasil. Seluruh 14 pasangan pengukuran memiliki AE ≤2 mm. Rerata AE keseluruhan sebesar 0,53 mm dengan rentang 0,07–1,08 mm. MAE tertinggi terdapat pada mandibular intercanine width sebesar 1,03 mm dan terendah pada dental midline distance sebesar 0,17 mm. Reliabilitas antaroperator termasuk sangat baik. Berdasarkan Observer 1, keberhasilan deteksi marker pada kranium dan maksila masing-masing 90%, mandibula 80%, respons indikator warna 90%, panduan posisi relatif terhadap kamera perangkat MR 90%, dan kestabilan pembacaan 70%. Keberhasilan gabungan sebesar 85% dan termasuk kategori baik. Fleiss’ Kappa keseluruhan sebesar 0,674 menunjukkan kesepakatan kuat antarobserver. Kesimpulan. Model virtual pada Unity menunjukkan kesesuaian pengukuran awal terhadap cetakan 3D fisik. Sistem MR-ArUco menunjukkan fungsi awal yang baik dan berpotensi dikembangkan sebagai template digital-spasial, media simulasi, serta panduan posisi relatif pada model 3D. Panduan tersebut belum merepresentasikan ketepatan posisi anatomis dalam satuan milimeter atau derajat.
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Model Dental; Pencitraan Tiga Dimensi; Prosedur Bedah Ortognatik; Realitas Tertambah; Realitas Virtual |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Bedah Mulut dan Maksilofasial |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 09:05 |
| Last Modified: | 23 Oct 2026 09:05 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60297 |
