POTUKU, CLAUDIA (2026) POLA PEMETAAN KEPEKAAN KUMAN DAN SENSITIVITAS ANTIBIOTIK PADA PASIEN ABSES ODONTOGENIK DI RUMAH SAKIT RUJUKAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS HASANUDDIN. Sp thesis, Universitas Hasanuddin.
J045221009-y7wtK2eDTQ4Yn6P1-20260814175511.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Abses odontogenik merupakan infeksi oromaksilofasial yang umumnya berasal dari gigi dan jaringan sekitarnya. Infeksi ini dapat berkembang menjadi infeksi ruang fasial yang serius apabila tidak ditangani secara adekuat. Pemilihan antibiotik empiris sering dilakukan sebelum hasil kultur tersedia, sehingga diperlukan data lokal mengenai peta kuman dan pola sensitivitas antibiotik sebagai dasar terapi yang rasional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemetaan kuman dan sensitivitas antibiotik pada pasien abses odontogenik di rumah sakit rujukan pendidikan Universitas Hasanuddin. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional menggunakan data hasil kultur bakteri dan uji sensitivitas antibiotik dari 107 spesimen pasien abses odontogenik/oromaksilofasial. Spesimen berasal dari RSGMP Universitas Hasanuddin dan RSPTN Universitas Hasanuddin, dengan jenis spesimen berupa aspirat pus dan swab. Data dianalisis berdasarkan karakteristik pasien, asal rumah sakit, jenis dan sumber spesimen, jenis mikroorganisme, serta pola sensitivitas dan resistensi antibiotik. Hasil: Dari 107 spesimen, mayoritas pasien adalah laki-laki 61 orang (57,0%) dan sebagian besar berasal dari RSPTN 79 spesimen (73,8%). Jenis spesimen terbanyak adalah swab 56 spesimen (52,3%), dengan lokasi pengambilan paling sering di submandibula 39 spesimen (36,4%). Mikroorganisme dominan adalah Streptococcus anginosus yaitu 11 isolat (10,3%), diikuti Streptococcus constellatus pharyngis dan Streptococcus pseudoporcinus masing-masing 8 isolat (7,5%). Antibiotik dengan sensitivitas tertinggi adalah Clindamycin 18 isolat (16,8%), sedangkan resistensi tertinggi ditemukan pada Ceftriaxone 16 isolat (15,0%). Kesimpulan: Peta kuman pada pasien abses odontogenik di dua rumah sakit rujukan pendidikan Universitas Hasanuddin didominasi oleh kelompok Streptococcus spp., terutama Streptococcus anginosus group. Clindamycin, Ampicillin, Amoxicillin, Ciprofloxacin, dan Ceftriaxone masih menunjukkan sensitivitas terhadap sebagian isolat, namun ditemukan resistensi terhadap beberapa antibiotik β-laktam, terutama Ceftriaxone, Amoxicillin, dan Ampicillin-Sulbactam. Hasil ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan kultur dan uji sensitivitas antibiotik untuk mendukung pemilihan terapi yang tepat, rasional, dan berbasis peta kuman lokal. Kata kunci: Abses Odontogenik; Pola Peta Kuman; Sensitivitas Antibiotik; Resistensi Antibiotik; Kultur Bakteri.
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Abses Odontogenik; Pola Peta Kuman; Sensitivitas Antibiotik; Resistensi Antibiotik; Kultur Bakteri. |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Bedah Mulut dan Maksilofasial |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 08:59 |
| Last Modified: | 23 Oct 2026 08:59 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60293 |
