Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Perluasan Infeksi Odontogenik Mandibula ke Mediastinum di Rumah Sakit Rujukan di Kota Makassar (Studi Case–Control Retrospektif)


SYAFITRI, IKA RAMADHANI (2026) Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Perluasan Infeksi Odontogenik Mandibula ke Mediastinum di Rumah Sakit Rujukan di Kota Makassar (Studi Case–Control Retrospektif). Sp thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of J045221011-saDOc4h9o7bdZm86-20260814121111.pdf] Text
J045221011-saDOc4h9o7bdZm86-20260814121111.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Infeksi odontogenik mandibula dapat meluas melalui spasium fasia leher hingga mediastinum dan menimbulkan komplikasi berat. Identifikasi faktor yang berhubungan dengan perluasan infeksi ke mediastinum penting untuk membantu deteksi dini dan tata laksana yang tepat. Tujuan. Menganalisis faktor demografis, komorbiditas, manifestasi klinis, parameter laboratoris, dan keterlibatan spasium fasia yang berhubungan dengan infeksi odontogenik mandibula yang meluas ke mediastinum. Metode. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain case–control retrospektif menggunakan data rekam medis pasien infeksi odontogenik mandibula di RSP Universitas Hasanuddin dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar periode Januari 2023–Mei 2026. Sampel terdiri atas 10 kasus dengan perluasan ke mediastinum dan 40 kontrol tanpa perluasan ke mediastinum. Analisis dilakukan menggunakan Fisher’s exact test, Mann–Whitney U test, crude odds ratio (OR), dan Firth’s penalized logistic regression secara eksploratif. Hasil. Disfagia (OR=34,55; p<0,001) dan dispnea (OR=44,33; p<0,001) berhubungan bermakna dengan perluasan infeksi ke mediastinum. Leukosit dan neutrofil juga menunjukkan asosiasi bermakna. Keterlibatan spasium parafaringeal, retrofaringeal, pretrakeal, dan karotis berhubungan bermakna dengan perluasan ke mediastinum. Setiap penambahan satu spasium fasia meningkatkan odds perluasan ke mediastinum sebesar 4,04 kali. Pada analisis multivariat eksploratif, dispnea dan jumlah spasium fasia yang terlibat tetap bermakna. Kesimpulan. Dispnea dan jumlah spasium fasia yang terlibat merupakan faktor yang paling konsisten berhubungan dengan infeksi odontogenik mandibula yang meluas ke mediastinum.

Item Type: Thesis (Sp)
Uncontrolled Keywords: infeksi odontogenik mandibula; mediastinum; dispnea; spasium fasia; case–control
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Bedah Mulut dan Maksilofasial
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 23 Oct 2026 08:33
Last Modified: 23 Oct 2026 08:33
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60280

Actions (login required)

View Item
View Item