KUALITAS HIDUP TERKAIT KESEHATAN RONGGA MULUT PADA PASIEN DENGAN SINGLE-TOOTH IMPLANT: STUDI CROSSSECTIONAL MULTISENTER MENGGUNAKAN OHIP-14 DAN QoLIP-10


ARIF, DEWI SARTIKA (2026) KUALITAS HIDUP TERKAIT KESEHATAN RONGGA MULUT PADA PASIEN DENGAN SINGLE-TOOTH IMPLANT: STUDI CROSSSECTIONAL MULTISENTER MENGGUNAKAN OHIP-14 DAN QoLIP-10. Sp thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of J045221007-sJgIHNvqPX9L4DFQ-20260814110216.pdf] Text
J045221007-sJgIHNvqPX9L4DFQ-20260814110216.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (19MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Single-tooth implant merupakan pilihan standar untuk menggantikan kehilangan gigi tunggal, tetapi dapat menimbulkan tantangan estetika dan mekanis yang berpotensi memengaruhi persepsi pasien terhadap keberhasilan perawatan. Bukti mengenai dampaknya terhadap Oral Health-Related Quality of Life (OHRQoL) masih terbatas karena populasi penelitian yang heterogen, penggunaan instrumen bersifat umum, data terbatas terhadap rehabilitasi single-tooth implant terutama pada populasi multisenter di Asia Tenggara. Tujuan: Untuk mengevaluasi kualitas hidup menggunakan instrumen Oral Health Impact Profile (OHIP-14) dan Quality of Life with Implant-Prostheses (QoLIP-10) serta untuk menganalisis hubungannya dengan karakteristik sosiodemografis pasien. Metode: Dampak terhadap OHRQoL dievaluasi menggunakan skala OHIP-14 dan QoLIP-10. Reliabilitas dinilai menggunakan Cronbach’s alpha. Hubungan antara karakteristik responden dan OHRQoL (OHIP-14 dan QoLIP-10) dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U dan Kruskal-Wallis, nilai p < 0,05 dianggap bermakna signifikan secara statistik. Hasil: Sebanyak 63 pasien yang menjalani rehabilitasi single-tooth implant menggunakan teknik two-stage di rumah sakit dan beberapa klinik gigi di Kota Makassar. Mayoritas responden berusia 35-50 tahun (42,9%). Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan QoLIP-10 dan OHIP-14, rehabilitasi single-tooth implant memberikan manfaat terhadap OHRQoL pada mayoritas responden. Temuan ini didukung oleh tingginya skor QoLIP-10 dan rendahnya skor OHIP-14. Analisis statistik menunjukkan bahwa faktor sosiodemografis tidak berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup pasien (p > 0,05). Kesimpulan: Rehabilitasi dengan single-tooth implant berdampak positif pada kualitas hidup pasien. Mayoritas pasien melaporkan kualitas hidup yang baik hingga sangat baik setelah perawatan implan.

Item Type: Thesis (Sp)
Uncontrolled Keywords: OHIP-14, OHRQoL, QoLIP-10, Single-Tooth Implant.
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Bedah Mulut dan Maksilofasial
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 23 Oct 2026 07:46
Last Modified: 23 Oct 2026 07:46
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60278

Actions (login required)

View Item
View Item