ANALISIS DISTRIBUSI STRES STATIS DAN DINAMIS DENGAN FINITE ELEMEN ANALISIS PADA TIGA JENIS BAHAN OBTURATOR PASIEN PASCA MAKSILEKTOMI ARAMANI KELAS SATU


HUSAIN, ANGELINA SELLA (2026) ANALISIS DISTRIBUSI STRES STATIS DAN DINAMIS DENGAN FINITE ELEMEN ANALISIS PADA TIGA JENIS BAHAN OBTURATOR PASIEN PASCA MAKSILEKTOMI ARAMANI KELAS SATU. Sp thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of J015231001-rNLPlmn1GZyYgt0d-20260811204903.pdf] Text
J015231001-rNLPlmn1GZyYgt0d-20260811204903.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Angelina Sella Husain. Analisis Distribusi Stres Statis dan Dinamis dengan Finite Elemen Analisis pada Tiga Jenis Bahan Obturator Pasien Pasca Maksilektomi Aramani Kelas Satu, dibimbing oleh drg.Rifaat Nurrahma,Sp.Pros., Subs.MFP(K), dan drg. Irfan Dammar.,Sp.Pros., Subsp.MFP(K) Pendahuluan: Kehilangan struktur maksila pada pasien pasca maksilektomi, khususnya pada klasifikasi Aramany Kelas I, menyebabkan gangguan fungsi mastikasi, fonasi, dan estetik yang memerlukan rehabilitasi menggunakan obturator. Pemilihan material obturator berperan penting dalam menentukan distribusi beban pada jaringan pendukung namun studi yang membandingkan bahan pembuatan masih belum banyak diteliti. Tujuan: Untuk menganalisis perbandingan distribusi stress statis dan dinamis pada obturator berbahan Polyetherketoneketone (PEKK), Polyetheretherketone (PEEK), dan Cobalt Chromium–Polymethylmethacrylate (Co-Cr PMMA) menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA). Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan studi simulasi menggunakan model tiga dimensi maksila Aramany Kelas I. Pembebanan diberikan sebesar 150 N, 200 N, dan 250 N dengan arah vertikal, horizontal, dan oblik. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi distribusi tegangan Von Mises pada gigi abutmen, mukosa, dan tulang alveolar. Hasil: Tegangan Von Misses meningkat seiring bertambahnya gaya yang diberikan. Pada pembebanan maksimum 250 N, distribusi tegangan Von Mises tertinggi ditemukan pada gigi abutmen pada arah horizontal, yaitu sebesar 1,820 MPa pada PEEK, 1,8326 MPa pada PEKK, dan 1,8397 MPa pada Co-Cr PMMA. Pada mukosa, nilai tegangan tertinggi terjadi pada arah oblik, yaitu 0,8427 MPa (PEEK), 0,8428 MPa (PEKK), dan 0,8430 MPa (Co-Cr PMMA). Pada tulang alveolar, nilai tertinggi juga terjadi pada arah oblik, yaitu 0,5909 MPa (PEEK), 0,6277 MPa (PEKK), dan 0,6258 MPa (Co-Cr PMMA). Secara umum, gigi abutmen menunjukkan konsentrasi tegangan tertinggi dibandingkan mukosa dan tulang alveolar, serta pembebanan oblik dan horizontal menghasilkan tegangan lebih tinggi dibandingkan vertikal. Namun pada tingkat keamanan PEEK memiliki tingkat keamanan tertinggi dari ketiga bahan Kesimpulan: Material PEKK menunjukkan performa biomekanik terbaik dalam mendistribusikan beban secara fisiologis pada sistem obturator Aramany Kelas I, sehingga berpotensi mengurangi risiko overloading pada jaringan pendukung dibandingkan PEEK dan Co-Cr PMMA namun bahan PEEK memiliki ketangguhan yang terbaik sebagai bahan pembuatan obturator

Item Type: Thesis (Sp)
Uncontrolled Keywords: Obturator, Aramany Kelas I, FEA, PEKK, PEEK, PMMA, Tegangan Von Mises
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Prostodonsia
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 23 Oct 2026 07:29
Last Modified: 23 Oct 2026 07:29
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60268

Actions (login required)

View Item
View Item