FATIMAH, RIKA (2026) EVALUASI TEMPOROMANDIBULAR DISORDER PADA PASIEN CLEFT PALATE PADA YAYASAN CELEBES CLEFT CENTRE. Sp thesis, Universitas Hasanuddin.
J045221012-NaKE0XjUkZ9rxRds-20260814173959.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK RIKA FATIMAH. Evaluasi Temporomandibular Disorder pada Pasien Pascaoperasi Cleft Palate di Yayasan Celebes Cleft Centre. (dibimbing oleh Mohammad Gazali, Mukhtar Nur Anam). Latar Belakang: Palatoplasti memerlukan intubasi orotrakeal dan penggunaan Dingman mouth gag yang mempertahankan pembukaan mulut selama operasi sehingga berpotensi menimbulkan perubahan sementara pada sendi temporomandibular (TMJ) dan otot mastikasi. Bukti mengenai perubahan tanda klinis temporomandibular disorder (TMD) pada fase awal pascaoperasi masih terbatas. Tujuan: Mengevaluasi perubahan tanda klinis TMD setelah palatoplasti serta hubungan durasi operasi dengan nyeri terkait TMD pada postoperative day (POD)-7. Metode: Penelitian observasional analitik prospektif dengan desain repeated measures dilakukan pada 25 pasien celah lelangit yang menjalani palatoplasti. Pemeriksaan klinis meliputi nyeri palpasi TMJ, bunyi sendi, nyeri tekan otot temporalis dan masseter, serta skor jumlah komponen TMD pada fase preoperatif, POD-1, dan POD-7. Analisis menggunakan uji Cochran's Q, exact McNemar, Friedman, Wilcoxon signed-rank, dan Mann–Whitney (p<0,05). Hasil: Tanda klinis TMD meningkat pada POD-1 dibandingkan fase preoperatif dan menurun pada POD-7. Perubahan bermakna terutama terjadi pada bunyi sendi serta nyeri tekan otot temporalis dan masseter, sedangkan nyeri palpasi TMJ tidak berubah bermakna. Skor jumlah komponen TMD menunjukkan perbedaan bermakna selama periode pengamatan. Pasien dengan nyeri terkait TMD pada POD-7 memiliki kecenderungan durasi operasi yang lebih panjang, tetapi hubungan tersebut tidak bermakna secara statistik. Kesimpulan: Palatoplasti berhubungan dengan peningkatan sementara tanda klinis TMD pada fase awal pascaoperasi yang didominasi oleh bunyi sendi dan nyeri tekan otot mastikasi, kemudian membaik pada POD-7. Durasi operasi tidak berhubungan secara bermakna dengan nyeri terkait TMD. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi TMJ dan otot mastikasi sebelum serta setelah palatoplast. Kata kunci: temporomandibular disorder, celah lelangit, palatoplasti, temporomandibular joint, durasi operasi.
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: temporomandibular disorder, celah lelangit, palatoplasti, temporomandibular joint, durasi operasi. |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Bedah Mulut dan Maksilofasial |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 07:20 |
| Last Modified: | 23 Oct 2026 07:20 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60263 |
