MUKRAMIN, ADE K. GISNAWAN (2026) PERBEDAAN KADAR TGF- β DALAM PROSES PENYEMBUHAN JARINGAN SETELAH PEMBERIAN PROPOLIS PADA PEMASANGAN TEMPORARY ANCHORAGE DEVICE (TAD): STUDI IN VIVO. Sp thesis, Universitas Hasanuddin.
J055222004-xzje6h13tvW4Anwl-20260819120002.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (11MB)
Abstract (Abstrak)
Pendahuluan: Pemasangan Temporary Anchorage Device (TAD) merupakan prosedur yang umum digunakan dalam perawatan ortodonti untuk memperoleh penjangkaran absolut. Namun, pemasangan TAD dapat menimbulkan trauma jaringan lunak dan memengaruhi proses penyembuhan di sekitar area insersi. Propolis dikenal sebagai bahan alami yang memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, antioksidan, dan imunomodulator yang berpotensi mempercepat penyembuhan jaringan. Salah satu mediator penting dalam proses penyembuhan luka adalah Transforming Growth Factor-beta (TGF-β), yang berperan dalam regulasi inflamasi, proliferasi fibroblas, sintesis kolagen, dan remodeling jaringan. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan kadar TGF-β dalam proses penyembuhan jaringan setelah pemasangan TAD dengan pemberian propolis pada studi in vivo. Bahan dan Metode Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan post-test only, menggunakan 18 ekor kelinci New Zealand White jantan yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan diberikan aplikasi topikal gel propolis 10% Trigona sp di sekitar area pemasangan TAD dua kali sehari. Pengambilan sampel serum darah dilakukan pada hari ke-3, ke-7, dan ke-14 pasca pemasangan TAD. Kadar TGF-β diukur menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Data dianalisis menggunakan uji independent t-test, ANOVA, dan uji post hoc. Hasil: kadar TGF-β pada kelompok propolis secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol pada hari ke-3 dan ke-7 (p<0,05), yang mencerminkan peningkatan respons inflamasi dan proliferasi jaringan. Pada hari ke-14, kadar TGF-β pada kelompok propolis menurun lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol, menandakan peralihan yang lebih cepat menuju fase remodeling jaringan. Terdapat perbedaan bermakna kadar TGF-β antar waktu pengamatan dan antar kelompok perlakuan. Kesimpulan: aplikasi topikal propolis Trigona sp mampu memodulasi dinamika TGF-β secara lebih optimal selama proses penyembuhan jaringan pasca pemasangan TAD, dengan meningkatkan aktivitas penyembuhan pada fase awal dan mempercepat transisi ke fase remodeling. Propolis berpotensi digunakan sebagai agen terapi tambahan untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas penyembuhan jaringan pada perawatan ortodonti.
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Temporary Anchorage Device, Propolis, TGF-β, Penyembuhan jaringan, Ortodonti |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Ortodonti |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 01:26 |
| Last Modified: | 23 Oct 2026 01:26 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60244 |
