WARDANA, MUH. RAMLI (2026) PENGARUH PENAMBAHAN NANOSELULOSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis) TERHADAP STABILITAS WARNA DAN POROSITAS RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS. Sp thesis, Universitas Hasanuddin.
J015231006-wAugGyQN5slpxSXB-20260821183657.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Abstrak Latar Belakang: Resin akrilik polimerisasi panas banyak digunakan pada gigi tiruan karena memiliki sifat estetik yang baik, mudah dimanipulasi, serta biaya yang relatif terjangkau. Namun, masih memiliki beberapa kelemahan, di antaranya perubahan warna dan porositas yang dapat mempengaruhi kualitas serta pemakaian jangka panjang gigi tiruan. Pemanfaatan bahan alami berbasis nanoteknologi, seperti nanoselulosa dari tandan kosong kelapa sawit (Elaeis guineensis) diharapkan mampu memperbaiki struktur material, mengurangi pembentukan pori, serta meningkatkan ketahanan warna terhadap berbagai faktor lingkungan. Tujuan: Menganalisis pengaruh penambahan nanoselulosa tandan kosong kelapa sawit terhadap stabilitas warna dan porositas mahkota resin akrilik polimerisasi panas dan menentukan konsentrasi optimalnya. Bahan dan Metode: Penelitian eksperimental in vitro dengan rancangan post-test only control group. Sebanyak 84 sampel dibagi menjadi tujuh kelompok: kontrol (0%) dan perlakuan dengan nanoselulosa TKKS 1%, 2%, 3%, 5%, 7%, dan 10%. Nanoselulosa diekstraksi dari tandan kosong kelapa sawit melalui proses delignifikasi, bleaching, dan hidrolisis asam. Stabilitas warna diuji dengan chromameter sedangkan porositas diuji dengan Scanning Electron Microscope (SEM) . Data dianalisis menggunakan ANOVA, uji post-hoc Tukey HSD, atau uji Kruskal-Wallis. Hasil: Penambahan nanoselulosa Tandan Kosong Kelapa Sawit menurunkan stabilitas warna, semakin tinggi konsentrasi nanoselulosa, stabilitas warna semakin menurun secara signifikan (p<0,001). Pada perendaman dengan media saliva buatan nilai tertinggi dicapai pada waktu perendaman 1 bulan (F= 299,740), pada perendaman dengan media larutan kopi nilai tertinggi pada waktu perendaman 1 minggu (F= 372,269). Porositas terkecil terjadi pada penambahan nanoselulosa 5% (p<0,05 dan mean rank = 2,50). Kesimpulan: penambahan nanoselulosa tandan kosong kelapa sawit kurang efektif meningkatkan stabilitas warna tetapi pada penambahan sebanyak 5% efektif menurunkan porositas pada resin akrilik polimerisasi panas.
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | stabilitas warna, porositas, Nanoselulosa, Resin Akrilik, Tandan Kosong Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pendidikan Dokter Gigi > PPDGS - Prostodonsia |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 01:22 |
| Last Modified: | 23 Oct 2026 01:22 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60241 |
