PALLI, YONATAN (2026) FORMULASI SOLID MICRONEEDLES DAN HYDROGEL THERMOSENSITIVE EKSTRAK DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa K.) UNTUK TERAPI NYERI NEUROPATI. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
N012241052-aPJpen2uCytfcxLA-20260819143532.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
YONATAN PALLI. Formulasi Solid Microneedles dan Hydrogel Thermosensitive Ekstrak Daun Kratom (Mitragyna speciosa K.) Untuk Terapi Nyeri Neuropati (dibimbing oleh Prof. Andi Dian Permana, S.Si., M.Si., Ph.D., apt dan Abdul Rahim, M.Si., Ph.D., apt). Latar Belakang. Nyeri neuropatik merupakan kondisi kronis yang sering tidak responsif optimal terhadap terapi konvensional seperti antidepresan trisiklik, gabapentinoid, dan opioid akibat risiko efek samping yang tinggi. Ekstrak kratom (Mitragyna speciosa K.) mengandung mitraginin sebagai alkaloid utama dengan aktivitas antinosiseptif kuat, namun penghantaran oral terhambat oleh degradasi di saluran cerna. Oleh karena itu, dikembangkan sistem transdermal berbasis kombinasi solid microneedle (SMN) dan hidrogel termosensitif (HT) untuk meningkatkan penetrasi ekstrak kratom melalui stratum korneum secara aman dan terkendali. Tujuan. Penelitian ini mengembangkan serta mengkarakterisasi formulasi SMN dan HT yang mengandung ekstrak kratom, dan mengevaluasi profil permeasi kombinasi keduanya secara ex vivo sebagai sistem penghantaran transdermal untuk meningkatkan penetrasi ekstrak kratom melalui stratum korneum secara aman dan terkendali. Metode. Ekstraksi daun kratom dengan maserasi etanol 70% selama 72 jam, identifikasi mitraginin via KLT dan HPLC, formulasi HT menggunakan Pluronic F127, HPMC, gliserin, serta DMDM hidantoin; pembuatan SMN dari PVA, PVP, dan crosslinker asam sitrat/tartar melalui micro molding. Karakterisasi mencakup sifat fisikokimia, reologi, mekanik, hemolitik, dan uji permeasi ex vivo pada kulit tikus menggunakan sel difusi Franz selama 24 jam dengan analisis HPLC. Hasil. Rendemen ekstrak 22,3% dengan konfirmasi mitraginin yang jelas. Formula HT terbaik (G1) memiliki suhu gelasi 34,33°C, pH 5,05, daya sebar 52,90 mm, sifat pseudoplastik; SMN terbaik (M2) menunjukkan penetrasi hingga ~504 µm, pH 4,73, dan keamanan tinggi (<5% hemolisis). Permeasi ex vivo menunjukkan pelepasan mitraginin kumulatif lebih tinggi pada kombinasi M2+G1 (80,41 ± 12,39%) dibandingkan HT saja (44,13 ± 9,51%) setelah 24 jam. Kesimpulan. Kombinasi SMN (M2) dan HT (G1) yang mengandung ekstrak kratom berhasil meningkatkan penetrasi secara signifikan melalui pembentukan mikro pori, dengan karakteristik fisikokimia, reologi, mekanik, dan keamanan yang unggul, sehingga berpotensi sebagai platform transdermal aman dan efektif untuk terapi nyeri neuropatik berbahan alam.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kratom, Mitragyna speciosa, Mitraginin, Hidrogel termosensitif, solid microneedle. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Farmasi > Farmasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 01:02 |
| Last Modified: | 23 Oct 2026 01:02 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60231 |
