Analisis Nilai Ekonomi Hasil Hutan Bukan Kayu di Sekitar Kawasan Hutan Konservasi dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Dusun Pattiro, Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros


DAMAYANTI, DEVI (2026) Analisis Nilai Ekonomi Hasil Hutan Bukan Kayu di Sekitar Kawasan Hutan Konservasi dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Dusun Pattiro, Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011221129-fullll.pdf] Text
M011221129-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Hutan konservasi di Indonesia berperan ganda sebagai penjaga keanekaragaman hayati sekaligus penopang kehidupan masyarakat sekitarnya. Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) diakui sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi yang kompatibel dengan tujuan konservasi. Dusun Pattiro yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung memiliki potensi HHBK yang signifikan, namun informasi komprehensif mengenai nilai ekonomi multi-komoditas dan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga belum tersedia secara sistematis. Tujuan: Mengidentifikasi jenis HHBK yang dimanfaatkan, menghitung nilai ekonomi masing-masing komoditas, dan menganalisis kontribusinya terhadap total pendapatan rumah tangga masyarakat Dusun Pattiro. Metode: Penelitian dilaksanakan di Dusun Pattiro, Kabupaten Maros, pada Oktober–Desember 2025. Sampel sebanyak 33 rumah tangga ditentukan menggunakan kombinasi purposive dan snowball sampling dengan rumus Slovin (presisi 15%). Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan harga pasar (NE = TP × HH) serta analisis persentase kontribusi. Hasil: Lima komoditas HHBK teridentifikasi, yakni kemiri, porang, madu hutan, gula aren, dan madu trigona. Total nilai ekonomi HHBK mencapai Rp 204.629.055,94/tahun, dengan porang sebagai penyumbang terbesar (67%), disusul kemiri (27%), gula aren (3%), madu hutan (3%), dan madu trigona (1%). Rata-rata kontribusi HHBK terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 11%, dengan porang memberikan kontribusi tertinggi (4,2%). Kesimpulan: HHBK berperan sebagai sumber pendapatan tambahan yang penting dengan kontribusi rata-rata 11% dari total pendapatan rumah tangga tahunan. Porang merupakan komoditas unggulan dengan nilai ekonomi dan kontribusi tertinggi, sementara keterbatasan akses pasar menjadi hambatan utama bagi komoditas bernilai tinggi seperti madu hutan dan madu trigona.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 23 Oct 2026 00:30
Last Modified: 23 Oct 2026 00:30
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60207

Actions (login required)

View Item
View Item