KAJIAN IN VITRO DAN IN SILICO SENYAWA-SENYAWA DARI Morus alba L. SEBAGAI INHIBITOR α-GLUKOSIDASE


AADILAH, AADILAH (2026) KAJIAN IN VITRO DAN IN SILICO SENYAWA-SENYAWA DARI Morus alba L. SEBAGAI INHIBITOR α-GLUKOSIDASE. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of N012231046-L6fkiGXHO80U3nA7-20260820163050.pdf] Text
N012231046-L6fkiGXHO80U3nA7-20260820163050.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik dengan prevalensi yang terus meningkat. Salah satu pendekatan terapi yang efektif adalah menghambat enzim α-glukosidase untuk menurunkan penyerapan glukosa postprandial. Morus alba L. diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai inhibitor α-glukosidase. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi senyawa-senyawa dari Morus alba L. sebagai inhibitor α-glukosidase melalui pendekatan in vitro dan in silico. Metode. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium yaitu uji aktivitas penghambatan α-glukosidase secara in vitro pada beberapa ekstrak daun Morus alba L., kemudian dilakukan identifikasi senyawa menggunakan LC-HRMS. Selanjutnya dilakukan studi in silico yang terdiri dari analisis molecular docking, analisis molecular dynamic, evaluasi aturan lipinski, dan prediksi ADMET. Hasil. Hasil penelitian pengujian in vitro menunjukkan bahwa ekstrak etanol memiliki aktivitas penghambatan terbaik dengan nilai IC₅₀ sebesar 125,02 µg/mL. Analisis LC-HRMS mengidentifikasi beberapa kandidat senyawa utama, yaitu N-methyldeoxynojirimycin, 7-hydroxycoumarine, scopoletin, dan Kuwanon C 2-(2,4-dihydroxyphenyl)-5,7-dihydroxy-3,8-bis(3-methylbut-2-enyl)chromen-4-one). Hasil pengujian molecular docking menunjukkan Kuwanon C (2-(2,4-dihydroxyphenyl)-5,7-dihydroxy-3,8-bis(3-methylbut-2-enyl)chromen-4-one memiliki afinitas ikatan paling kuat (-7.2 kkal/mol) terhadap α-glukosidase dibandingkan senyawa lain dan kontrol positif. Simulasi molecular dynamics mengkonfirmasi stabilitas kompleks ligan-protein selama 100 ns. Prediksi ADMET menunjukkan bahwa senyawa-senyawa dari Morus alba L memenuhi kriteria Lipinski’s rule of five dengan profil farmakokinetik yang baik dan toksisitas rendah. Kesimpulan. Morus alba L. berpotensi sebagai sumber kandidat inhibitor α-glukosidase, dengan Kuwanon C sebagai senyawa paling potensial untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat terapi alternatif diabetes melitus tipe 2.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Morus alba L., α-glukosidase, Molecular Docking, Molecular Dynamics, ADMET.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 22 Oct 2026 05:22
Last Modified: 22 Oct 2026 05:22
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60184

Actions (login required)

View Item
View Item