IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK MORFOLOGI LANSKAP UNTUK PENILAIAN SENSITIVITAS EKOLOGI DI KABUPATEN TANA TORAJA


DAWA, KLARA TASIK (2026) IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK MORFOLOGI LANSKAP UNTUK PENILAIAN SENSITIVITAS EKOLOGI DI KABUPATEN TANA TORAJA. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of M011221115-fulll.pdf] Text
M011221115-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Sensitivitas ekologi didefinisikan sebagai kemampuan suatu ekosistem untuk merespons dan pulih dari gangguan yang disebabkan oleh faktor alam maupun aktivitas manusia. Kabupaten Tana Toraja yang bertopografi pegunungan dengan curah hujan ekstrem menjadikannya wilayah hulu yang sangat rentan terhadap degradasi morfologi lanskap berupa erosi dan tanah longsor sehingga memengaruhi pula pada wilayah hilir. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan Indeks Sensitivitas Ekologi guna mengidentifikasi tingkat kerentanan bio-geofisik dan antropogenik wilayah secara spasial. Metode. Pemodelan berbasis Principal Component Analysis (PCA), terdapat lima parameter, yaitu penutupan lahan, kelerengan, curah hujan, kerapatan vegetasi (NDVI), dan jenis tanah. Selain itu, agar luaran model dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah, model tersebut dilakukan proses uji validasi, yaitu validasi silang spasial, validasi lapangan lapangan dan validasi stekhollder. Hasil. Penutupan lahan memiliki bobot sebesar 0.242, kelerengan dengan bobot (0.199) , curah hujan dengan bobot (0.154), kerapatan vegetasi dengan bobot (0.207), dan jenis tanah dengan bobot (0.195). Kelas Sensitivitas Tinggi mencakup wilayah paling luas yakni 115.982,89 Ha atau setara dengan 56,67% dari total area kabupaten. Sebaliknya, area yang tergolong aman (kelas Tidak Sensitif dan Sensitivitas Rendah) jumlahnya sangat sedikit, gabungan keduanya bahkan tidak sampai 3% dari total luas wilayah. Validasi pemodelan indeks sensitivitas ekologi di Kabupaten Tana Toraja masuk dalam kategori valid setelah melalui tiga proses validasi, yaitu silang spasial (77%), validasi lapangan (82%) dan stekholder (3.77). Kesimpulan. Mengingat penutupan lahan adalah faktor paling berpengaruh, tindakan yang perlu dilakukan adalah memperketat pengawasan terhadap alih fungsi lahan pada area dengan kerapatan vegetasi rendah guna meningkatkan daya dukung lingkungan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 22 Oct 2026 03:49
Last Modified: 22 Oct 2026 03:49
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60144

Actions (login required)

View Item
View Item