ADNAN, SHEVIRA MARYANDA (2026) Gambaran Penggunaan Obat Pendamping pada Pasien Geriatri Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
N011221107-m7PR4KWU2zpgLtVs-20260819150226.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Gagal ginjal kronik merupakan kelainan struktur atau fungsi ginjal yang dapat menyebabkan penurunan fungsi secara progresif. Kondisi tersebut dapat mengganggu keseimbangan cairan, elektrolit, dan metabolisme tubuh, sehingga pasien memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya melalui hemodialisis. Pasien umumnya juga menggunakan obat pendamping yang diberikan untuk mengatasi komplikasi dan penyakit penyerta serta mendukung keberhasilan terapi. Tujuan. Untuk mengetahui gambaran penggunaan obat pendamping pada pasien geriatri gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar, meliputi jenis, golongan, dan jumlah obat pendamping yang digunakan. Metode. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain observasional non-eksperimental secara retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien geriatri dengan diagnosis gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis periode Januari–Juni 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara univariat menggunakan aplikasi Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 27. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 84 pasien yang diteliti, sebagian besar pasien berusia ≤44 tahun tahun (25,0%), 45-59 tahun (51,2%), ≥60 tahun (23,8%) dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak (51,2%) sedangkan jenis kelamin laki laki (48,8%). Mayoritas pasien menjalani hemodialisis <6 bulan (53,6%), 6-12 bulan (29,8%), >1 tahun (16,7%). Jumlah obat pendamping yang digunakan pasien kurang dari 5 jenis (63,1%) dan ≥6 (33,3%). Obat yang paling banyak digunakan yaitu antihipertensi (82,1%), obat gastrointestinal (58,3%), agen eritropoiesis (48,8%), asam folat (4,8%), kalsium karbonat (4,8%), vitamin dan mineral (26,2%), serta vitamin B kompleks (14,3%). Kesimpulan. Penggunaan obat pendamping pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis terutama ditujukan untuk menangani penyakit penyerta utama, seperti hipertensi, gangguan saluran cerna, dan anemia. Meskipun sebagian besar pasien tidak mengalami polifarmasi, penggunaan obat tetap memerlukan pemantauan guna memastikan keamanan dan efektivitas terapi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis, Obat Pendamping Geriatri |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Farmasi > Farmasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 22 Oct 2026 03:44 |
| Last Modified: | 22 Oct 2026 03:44 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60134 |
