Studi Efektivitas Terapi Antibiotik pada Pasien Community Acquired Pneumonia (CAP) Rawat Inap Non-ICU dan Kesesuaian Dosis terhadap Fungsi Ginjal di RSUD Labuang Baji


FAJRIANI, SARAH (2026) Studi Efektivitas Terapi Antibiotik pada Pasien Community Acquired Pneumonia (CAP) Rawat Inap Non-ICU dan Kesesuaian Dosis terhadap Fungsi Ginjal di RSUD Labuang Baji. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of N011221018-WjxCO3BiLXwm7IG4-20260819140828.pdf] Text
N011221018-WjxCO3BiLXwm7IG4-20260819140828.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Community-Acquired Pneumonia (CAP) merupakan salah satu penyebab utama rawat inap akibat infeksi dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Keberhasilan terapi bergantung pada efektivitas regimen antibiotik dan kesesuaian dosis untuk meminimalkan risiko toksisitas pada fungsi ginjal. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola penggunaan antibiotik, menganalisis efektivitas terapi berdasarkan suhu tubuh dan jumlah leukosit, serta mengevaluasi kesesuaian dosis antibiotik berdasarkan fungsi ginjal. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain retrospektif menggunakan data rekam medis pasien CAP rawat inap non-ICU periode Januari 2025–Desember 2025 di RSUD Labuang Baji. Efektivitas terapi dianalisis secara deskriptif berdasarkan parameter klinis dengan mengacu pada kriteria stabilitas klinis berdasarkan pedoman, sedangkan evaluasi kesesuaian dosis dilakukan berdasarkan nilai Creatinine Clearance (CrCl) dengan mengacu pada rekomendasi Renal Pharmacotherapy Dosage. Hasil. Terdapat 50 pasien yang memenuhi kriteria penelitian, dengan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah monoterapi β-laktam sebanyak 30 pasien (60,0%), dan ceftriaxone sebagai antibiotik yang paling sering digunakan yaitu pada 20 pasien (40,0%). Hasil analisis efektivitas antibiotik menunjukkan bahwa seluruh regimen antibiotik memenuhi kriteria efektivitas berdasarkan parameter klinis pasien setelah terapi. Hasil evaluasi kesesuaian dosis terhadap fungsi ginjal menunjukkan bahwa terdapat 28 pasien (93,3%) telah menerima dosis antibiotik yang sesuai, sedangkan terdapat 2 pasien (6,7%) yang menerima dosis di atas rekomendasi dosis berlebih. Kesimpulan. Terapi yang paling banyak diberikan kepada pasien CAP rawat inap non-ICU adalah monoterapi β-laktam, dengan kategori efektif dalam menurunkan suhu tubuh dan jumlah leukosit. Hasil evaluasi kesesuaian dosis menunjukkan masih ada antibiotik yang diberikan di atas dosis rekomendasi berdasarkan fungsi ginjal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pneumonia komunitas; regimen antimikroba; luaran klinis; kreatinin; kesesuaian dosis.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 22 Oct 2026 02:28
Last Modified: 22 Oct 2026 02:28
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60129

Actions (login required)

View Item
View Item