Analisis Kerentanan Dan Adaptasi Bencana Di Wilayah Pesisir Galesong Utara


MUSLIMIN, SURYA ANAS ASHARI (2026) Analisis Kerentanan Dan Adaptasi Bencana Di Wilayah Pesisir Galesong Utara. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of P032222004-jqg8mX4v7Ile2WnO-20260818155724.pdf] Text
P032222004-jqg8mX4v7Ile2WnO-20260818155724.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

SURYA ANAS ASHARI MUSLIMIN. Analisis Kerentanan dan Adaptasi Bencana Di Wilayah Pesisir Galesong Utara (Dibimbing oleh Muhammad Farid Samawi dan Athira Rinandha Eragradini.GP) Latar Belakang: Wilayah pesisir Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, memiliki dinamika fisik lingkungan yang tinggi sehingga rentan terhadap bencana pesisir. Tujuan: menganalisis tingkat kerentanan wilayah pesisir, mengkaji parameter kerentanan terhadap risiko bencana. Metode: penelitian menggunakan pendekatan deskriptif berdasarkan parameter geomorfologi pantai, perubahan garis pantai, elevasi, kemiringan pantai, tinggi gelombang signifikan, pasang surut, dan kenaikan muka air laut di wilayah pesisir Galesong Utara. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa kondisi pesisir Galesong Utara yakni karekteristik geomorfologi didominasi pantai berpasir dengan keberadaan bangunan pantai pada seluruh lokasi, serta sebagian segmen telah dilengkapi penghalang pantai buatan pada beberapa desa. Perubahan garis pantai dalam periode sepuluh tahun terakhir cenderung menunjukkan kondisi stabil hingga akresi, meskipun beberapa desa masih mengalami dinamika pergeseran garis pantai yang berpotensi menjadi indikator ketidakstabilan pantai. Kondisi elevasi pantai tergolong rendah (0,37–1,38 m) yang meningkatkan potensi genangan pesisir dan kerentanan jangka panjang, terutama ketika berinteraksi dengan kenaikan muka air laut. Kemiringan pantai relatif landai dengan nilai >2% di seluruh lokasi, yang mengindikasikan sensitivitas pesisir terhadap limpasan gelombang dan genangan. Selain itu, kenaikan muka air laut tercatat signifikan sebesar 6,239 mm/tahun, sehingga menjadi faktor dominan yang memperkuat kerentanan fisik wilayah pesisir. Parameter pasang surut berada pada kategori sedang (±1,928 m), sementara tinggi gelombang signifikan relatif rendah dan seragam (1,6 m/thn–1,9 m/thn), sehingga kontribusinya terhadap kerentanan saat ini tidak sebesar faktor elevasi dan kenaikan muka air laut. Kesimpulan: parameter-parameter kerentanan fisik sangat berpengaruh kepada risiko bencana pesisir Galesong Utara sehingga diperlukan Upaya Strategi adaptasi pesisir berbasis karakteristik fisik wilayah berkelanjutan. parameter dominan pembentukan kerentanan fisik pesisir Galesong Utara.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: kerentanan, adaptasi, Risiko bencana, pesisir, CVI, Galesong Utara
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Pengelolaan Lingkungan Hidup
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 22 Oct 2026 02:00
Last Modified: 22 Oct 2026 02:00
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60127

Actions (login required)

View Item
View Item