Isolasi Fungi Endofit dari Tumbuhan Bandotan (Ageratum Conyzoides L.) di Kawasan Tambang Nikel Sebagai Penghasil Senyawa Antimikroba


SETIAWATI, ARINI (2026) Isolasi Fungi Endofit dari Tumbuhan Bandotan (Ageratum Conyzoides L.) di Kawasan Tambang Nikel Sebagai Penghasil Senyawa Antimikroba. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of N011221015-jGF3EgD1lS26otTc-20260818131731.pdf] Text
N011221015-jGF3EgD1lS26otTc-20260818131731.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Resistensi antimikroba merupakan permasalahan kesehatan global yang mendorong pencarian sumber antimikroba baru. Fungi endofit diketahui mampu menghasilkan berbagai metabolit sekunder bioaktif, termasuk yang memiliki aktivitas antimikroba. Tumbuhan bandotan pada kawasan tambang nikel berpotensi menjadi habitat fungi endofit penghasil senyawa bioaktif. Metode. Fungi endofit diisolasi dari daun dan akar tumbuhan bandotan yang disterilisasi permukaannya dengan etanol 70% dan NaOCl 2%. Isolat lalu diuji skrining terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Isolat dengan aktivitas terbaik difermentasi selama 15 hari dalam media PDB. Biomassa miselium diekstraksi dengan metode UAE menggunakan pelarut metanol, sedangkan fermentat dengan ECC menggunakan etil asetat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 50; 25; dan 12,5%. Hasil. Hasil isolasi diperoleh tiga isolat dari daun (ACL-D1 hingga ACL-D3) serta tiga isolat dari akar (ACL-A1 hingga ACL-A3). Hasil uji skrining menunjukkan isolat ACL-D3 memiliki aktivitas antibakteri. Hasil uji aktivitas antimikroba menunjukkan larutan uji Md EtOAc 50% menghasilkan aktivitas antibakteri terhadap E. coli dengan diameter zona hambat 9,07 ± 1,02 mm yang masuk dalam kategori sedang, sedangkan terhadap S. aureus tidak ditemukan. Kontrol positif berupa ciprofloxacin 5 µg menghasilkan zona hambat 27,4 ± 8,57 mm terhadap S. aureus serta 24,64 ± 3,01 mm terhadap E. coli yang masuk dalam kategori sensitif dan intermediate menurut CLSI. Kesimpulan. Fungi endofit berhasil diisolasi sebanyak tiga isolat dari daun dan tiga isolat dari akar. Hanya isolat ACL-D3 yang memiliki aktivitas antibakteri dan larutan uji Md EtOAc 50% yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli sedangkan lainnya tidak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: fungi endofit; Ageratum conyzoides; antimikroba; kawasan tambang nikel; metabolit sekunder.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 22 Oct 2026 01:57
Last Modified: 22 Oct 2026 01:57
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60125

Actions (login required)

View Item
View Item